BANDAR LAMPUNG – Mediaintelijen.id – Upaya mematangkan strategi dan visi kepemimpinan bagi calon pemimpin masa depan kepolisian kembali dilakukan. Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bagi Peserta Didik (Serdik) Sespimti Polri Dikreg Ke-35 Tahun Anggaran 2026.
Acara berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Gedung A Mapolda Lampung, pada hari Selasa, 14 April 2026, dan berjalan dengan penuh dinamika serta gagasan konstruktif.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Sespimti Polri, Irjen Pol Chuzaini Patoppoi, S.St.Mk., S.H. Bersama beliau hadir pula 7 orang peserta didik yang merupakan gabungan dari berbagai unsur instansi, meliputi perwakilan Polri, TNI Angkatan Laut (TNI AL), serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kehadiran lintas instansi ini menandakan pentingnya sinergi multidisiplin dalam merumuskan kebijakan keamanan dan pembangunan.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa Sespimti Polri merupakan jenjang pendidikan tertinggi di lingkungan kepolisian yang memiliki misi utama: Akselerasi Kepemimpinan.
Pendidikan ini didesain khusus untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang tidak hanya tangguh secara kelembagaan, tetapi juga memiliki wawasan strategis yang luas, mampu melihat tantangan secara menyeluruh, dan siap mengambil keputusan yang berdampak besar bagi keamanan nasional maupun daerah.
Fokus pembahasan dalam FGD kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu transformasi strategis untuk mendukung empat pilar utama: kedaulatan pangan, kedaulatan energi, pengembangan ekonomi produktif, serta penjabaran akhlak dan pola pikir yang selaras sepenuhnya dengan program prioritas pemerintah.
“Pemimpin masa depan haruslah mereka yang mampu melihat hubungan antara keamanan dan pembangunan. Apa yang kita rumuskan hari ini harus bisa menjawab tantangan nyata masyarakat,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi.
Salah satu poin sorotan utama disampaikan langsung oleh Ketua Tim Sespimti, Irjen Pol Chuzaini Patoppoi. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis Provinsi Lampung yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional.
“Kita tahu dan sangat mengapresiasi bahwa Lampung menyumbang sekitar 20% kebutuhan pangan nasional. Ini adalah peran yang sangat besar dan strategis,” tegas Irjen Chuzaini.
Lebih jauh, ia juga mendorong agar dalam strategi keamanan dan pembangunan, juga dimasukkan upaya untuk mengembangkan produk unggulan lokal agar mampu bersaing hingga pasar ekspor. Artinya, peran kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menciptakan iklim yang kondusif agar produk daerah bisa berkembang dan menyejahterakan rakyat.
Sementara itu, Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sumarto, dalam arahannya menekankan aspek fundamental dalam pelayanan kepolisian, yaitu kemampuan komunikasi.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi yang baik, persuasif, dan terbuka adalah syarat mutlak bagi setiap anggota Polri untuk mewujudkan pelayanan yang sesuai dengan semangat PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
“Tanpa komunikasi yang baik, strategi sekuat apa pun sulit diterima masyarakat. Polri hadir bukan hanya untuk menindak, tapi juga untuk melayani dan berdialog. Itulah inti dari Polri yang PRESISI,” tegas Wakapolda.
Melalui FGD yang melibatkan berbagai perspektif ini, harapannya akan lahir berbagai rekomendasi kebijakan yang konstruktif dan inovatif.
Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga untuk memperkuat sinergi antara Polda Lampung dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah hukumnya. Tujuannya satu: mewujudkan keamanan yang stabil dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Lampung.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam terus berbenah, belajar, dan beradaptasi demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.









