TRAGEDI! Guru MTs Ma’arif Kecelakaan di “Jalan Kobangan Babi”, 8 Truk Batu Hanya Ditimbun di Satu Titik, 7 Titik Rusak Parah Terabaikan

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANGBAWANG – Mediaintelijen.id – Nasib naas kembali terjadi di jalan poros yang kondisinya memprihatinkan. Kali ini giliran seorang tenaga pendidik yang menjadi korban. Bapak Rohim, guru di MTs Ma’arif Pasiranjaya, mengalami kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang rusak parah dan tidak layak pakai.

Insiden terjadi tepat di Jalan Hasan Bulan, lokasi yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan pedas namun sangat nyata, yaitu “Jalan Kobangan Babi”, Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Kejadian yang menyakitkan ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya jalan poros tersebut, yang hingga saat ini belum mendapatkan penanganan maksimal dan serius dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Kecelakaan Menimpa Guru, Korban Kesulitan Beraktivitas

Berdasarkan informasi yang diterima langsung di lokasi, kecelakaan dialami oleh Bapak Rohim saat beliau sedang melintasi jalan tersebut menuju atau pulang dari tempat tugasnya.

Kondisi permukaan jalan yang sama sekali tidak rata, penuh dengan lubang-lubang raksasa, bergelombang, dan bercampur lumpur membuat kendaraan yang dikendarainya hilang keseimbangan. Akibatnya, beliau mengalami benturan keras hingga jatuh dari kendaraan.

Insiden ini menambah daftar panjang korban yang telah jatuh akibat kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur jalan. Beliau mengalami kesulitan untuk beraktivitas normal pasca kejadian.

“Jangankan untuk kendaraan bermotor yang butuh keseimbangan, untuk pejalan kaki saja susah sekali memilih jalan yang aman. Tanahnya licin, becek, dan penuh batu tajam yang menyakitkan,” ujar salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Fakta Pahit di Lapangan: 8 Truk Batu Hanya untuk Satu Titik, Sisanya Dibiarkan Rusak

Siang harinya, masyarakat sempat merasa lega dan bersyukur, serta berharap adanya perubahan nyata setelah kedatangan total 8 unit truk batu keriting yang dikirimkan oleh pihak swasta dan para dermawan setempat yang peduli.

Namun, harapan itu kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Berdasarkan pantauan langsung tim redaksi pada Kamis, 16 April 2026, pukul 18:00 WIB, terlihat jelas fakta yang sangat mengejutkan.

Material batu yang dibawa oleh 8 truk tersebut ternyata hanya digunakan untuk menimbun dan meratakan di satu titik lokasi saja.

Padahal, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh lebih parah dan luas. Sepanjang Jalan Hasan Bulan, terdapat tidak kurang dari 7 titik kerusakan yang sangat parah dan membahayakan nyawa pengendara.

Baca Juga:  Pemilihan BPD Desa Muktiwari Berlangsung Meriah, Sadam Husein Raih Suara Tertinggi

Kerusakan tersebut tersebar di berbagai titik, bukan hanya di satu tempat saja. Sementara itu, 6 titik lainnya masih dibiarkan dalam kondisi mengerikan, penuh lubang raksasa, amblas, dan sangat sulit dilalui baik oleh mobil maupun motor.

Escavator dan Batu Keriting Bukan Solusi Jika Tidak Menyeluruh

Masyarakat kini mulai mempertanyakan metode dan tujuan dari perbaikan yang sedang dilakukan. Kehadiran escavator dan pengiriman batu keriting dinilai belum menjadi solusi yang menyeluruh dan efektif.

Jika material yang cukup banyak itu hanya ditumpuk di satu titik semata untuk alasan pencitraan atau agar terlihat bagus di kamera, sementara titik-titik lain yang sama bahayanya dibiarkan begitu saja, maka masalah tidak akan pernah selesai.

Jalan yang rusak parah tidak bisa diperbaiki hanya dengan menimbun tanah dan batu secara asal-asalan. Diperlukan perencanaan yang matang, pengurukan yang dalam, dan pemadatan yang benar agar jalan tidak kembali amblas dalam waktu singkat saat dilalui kendaraan atau terkena hujan.

Pemerintah Masih “Bisu”, Belum Ada Solusi Nyata

Yang paling menyakitkan bagi warga adalah sikap diam dari pihak yang seharusnya memiliki tanggung jawab penuh.

Hingga berita ini diturunkan, baik pemerintah kampung (desa) setempat maupun pemerintah kabupaten, masih terlihat tutup mata dan belum bisa memberikan solusi yang nyata serta memuaskan bagi warga.

Belum ada informasi pasti, janji jelas, atau kebijakan mengenai material apa yang akan diberikan, atau kapan pembangunan yang sesungguhnya akan dilakukan oleh pemerintah untuk kelanjutan perbaikan jalan ini.

Warga Jalan Hasan Bulan dan Pasiranjaya merasa sangat terabaikan. Mereka menuntut keseriusan, bukan hanya sekadar gerakan sesaat ketika ada sorotan media, tapi tindakan nyata yang menyentuh seluruh titik kerusakan.

“Kami tidak butuh drama atau pencitraan semata. Kami butuh jalan yang benar-benar bisa dilalui dengan aman. Jangan sampai ada lagi korban jiwa atau cidera seperti yang dialami Pak Rohim,” tegas warga dengan nada emosi dan kekecewaan yang mendalam.

Kecelakaan yang menimpa Bapak Rohim menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran agar pemerintah segera bangkit dan bekerja sungguh-sungguh memperbaiki jalan ini secara totalitas, bukan hanya sekadar menambal satu titik tapi mengabaikan titik lainnya yang sama-sama mematikan.

Penulis : Ribut

Editor : Marfana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membentuk Influencer Lokal di Wilayah Denteteladas: Memperkuat Suara dan Potensi Daerah 
Kapolsek Denteteladas Ajak Warga Bersatu Gotong Royong Perbaikan Jalan: “Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Jika Bersatu”
PEMBEGALAN TUKANG TEMPE DI JALAN CILANGKARA, WARGA DESAK PEMASANGAN LAMPU PENERANGAN
Bantuan Alat Berat Pemkab Tulangbawang Tiba di Umbul 7: Langkah Strategis Persiapan Pengerasan Jalan
Pesan Luar Biasa Bupati Tulangbawang: Satukan Hati dan Tenaga, Usaha Kecil Yang Tulus Akan Melahirkan Hasil Besar
Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo Terungkap, Cemburu Jadi Penggerak Kejam: Suami Sembunyikan Jenazah Istri di Saluran Drainase
Perjuangan Luar Biasa: Menerobos Lumpur dan Rintangan Demi Jalan Yang Indah
SEMANGAT GOTONG ROYONG TETAP MENYALA: WARGA HASAN BULAN DAN PASIRANJAYA SATUKAN TENAGA PERKUAT JALAN POROS DENGAN DANA DONASI MASYARAKAT
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Membentuk Influencer Lokal di Wilayah Denteteladas: Memperkuat Suara dan Potensi Daerah 

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:50 WIB

Kapolsek Denteteladas Ajak Warga Bersatu Gotong Royong Perbaikan Jalan: “Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Jika Bersatu”

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:34 WIB

PEMBEGALAN TUKANG TEMPE DI JALAN CILANGKARA, WARGA DESAK PEMASANGAN LAMPU PENERANGAN

Senin, 8 Juni 2026 - 03:09 WIB

Bantuan Alat Berat Pemkab Tulangbawang Tiba di Umbul 7: Langkah Strategis Persiapan Pengerasan Jalan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:43 WIB

Pesan Luar Biasa Bupati Tulangbawang: Satukan Hati dan Tenaga, Usaha Kecil Yang Tulus Akan Melahirkan Hasil Besar

Berita Terbaru