BEKASI – Mediaintelijen.id – Warga di kawasan Kampung Utan Salak, RT 01/020, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan dalam kondisi mengenaskan di kediamannya sendiri.
Korban diketahui bernama Ibu Eem usia -+47th, seorang pengusaha tenda yang cukup dikenal di lingkungan tersebut. Peristiwa naas ini terjadi dan ditemukan pada siang hari, tepatnya Kamis, 9 April 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika karyawan atau anak buah korban datang ke rumah Ibu Eem dengan maksud untuk mengambil barang atau perlengkapan sewaan.
Sesampainya di lokasi, karyawan tersebut merasa aneh karena sudah dipanggil berkali-kali namun tidak ada jawaban. Pintu rumah terlihat dalam keadaan terkunci rapat dari dalam, padahal biasanya korban sudah bangun dan beraktivitas.
Melihat situasi yang mencurigakan, saksi kemudian segera menghubungi anak dari korban untuk melaporkan hal tersebut. Tak lama berselang, anak korban dan beberapa warga datang ke lokasi. Karena khawatir terjadi sesuatu yang buruk, mereka akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu depan agar bisa masuk ke dalam.
Apa yang ditemukan di dalam rumah sungguh membuat bulu kuduk merinding dan hati siapa saja terasa pilu. Begitu pintu berhasil didobrak, terlihat jelas tubuh Ibu Eem sudah terkapar tak berdaya tepat di ruang tamu.
Kondisi korban sangat mengerikan, tergeletak di lantai dengan luka yang sangat parah di bagian kepala. Darah terlihat membasahi tubuh dan lantai rumah.
“Setelah pintu didobrak, korban sudah ditemukan terkapar di ruang tamu dengan luka berat di bagian kepala, diduga akibat hantaman benda tumpul,” ungkap Ketua RW setempat, Aming, kepada awak media.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa pada saat kejadian, korban sedang berada sendirian di dalam rumah sehingga tidak ada yang bisa menolong atau melihat kejadian secara langsung.
Keluarga korban melalui kerabatnya, Rohman, menyampaikan kesedihan yang mendalam sekaligus kecurigaan yang kuat. Dari kondisi tubuh dan situasi di lokasi, terdapat indikasi yang sangat kuat bahwa ini adalah tindak pidana kekerasan yang direncanakan.
Rohman juga menambahkan bahwa diduga kuat ada barang-barang milik korban yang hilang atau diambil pelaku. Hal ini memperkuat dugaan awal bahwa motif kejadian ini adalah tindakan perampokan atau begal yang berakhir dengan pembunuhan yang sangat kejam.
“Kalau ini memang dugaan pembunuhan, kami berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku maupun motif kejadian ini. Dugaan sementara ada barang milik korban yang hilang,” ucap Rohman dengan nada emosional.
Keluarga mendesak agar aparat penegak hukum bekerja cepat dan maksimal untuk menangkap pelaku yang tidak berperi kemanusiaan ini agar bisa diadili sesuai hukum yang berlaku.
Mendapat laporan kejadian ini, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat. Personel dari Polsek Cibitung yang didukung oleh tim dari Polres Metro Bekasi segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas gabungan tersebut melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mulai dari pengambilan sidik jari, dokumentasi forensik, hingga meminta keterangan dari saksi-saksi mata dan warga sekitar.
Sementara itu, jenazah almarhumah Ibu Eem telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Jenazah akan menjalani proses visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian serta tingkat kekerasan yang dialami korban, demi kepentingan penyelidikan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus memburu petunjuk-petunjuk penting untuk melacak keberadaan pelaku. Berbagai kemungkinan masih didalami, mulai dari motif ekonomi, dendam pribadi, hingga kemungkinan adanya orang dalam yang mengetahui aktivitas korban.
Masyarakat sekitar pun berharap kasus ini bisa segera terungkap secepatnya. Kematian Ibu Eem yang dikenal sebagai pengusaha tenda yang taat dan baik ini menjadi duka mendalam bagi warga setempat.
Penulis : Adi Wijaya
Editor : Marfan









