KRITIS! Jalan Poros Hasan Bulan Pasiranjaya Rusak Parah, Berubah Jadi “Jalan Kobangan Babi”, Warga Resah dan Terancam Bahaya

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANGBAWANG, Mediaintelijen.id – 14 April 2026 – Kondisi memprihatinkan dan memilukan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tulangbawang, tepatnya pada ruas jalan poros Hasan Bulan, yang terletak di Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada hari Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 16:00 WIB, kondisi jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan akses utama masyarakat ini justru makin hari makin parah dan tidak terawat.

Jalan yang dulunya bisa dilalui dengan nyaman, kini kondisinya sudah sangat menyedihkan. Banyak warga yang menyebutkan bahwa jalan ini sudah tidak layak disebut jalan raya, melainkan sudah berubah fungsi menjadi “Jalan Kobangan Babi”.

Kondisi permukaan jalan saat ini penuh dengan lubang-lubang besar yang saling terhubung, ditambah dengan genangan air dan lumpur yang sangat dalam.

Salah satu bukti nyata bahayanya jalan ini terlihat saat sebuah mobil jenis Grand Max mengalami kesulitan luar biasa hingga akhirnya kepater atau terjebak macet di tengah jalan karena tidak kuat menembus kubangan lumpur dan lubang yang menganga lebar.

Tidak hanya kendaraan roda empat yang kesulitan, pengendara kendaraan roda dua pun dibuat kewalahan. Mereka harus ekstra hati-hati dan memutar otak untuk mencari jalan setapak atau jalur alternatif yang sedikit lebih aman, karena jika salah langkah, nasibnya bisa sangat buruk.

Bahaya Mengerikan: Jatuh ke Sawah hingga Patah Tulang

Ancaman nyata sangat mengintai setiap pengguna jalan di ruas ini.

“Bilamana pengendara roda dua tidak bisa menjaga keseimbangannya dengan stabil, maka besar risikonya akan terpelosok atau ‘Nyungsep’ ke sawah, bahkan bisa berakibat fatal hingga mengalami patah tulang atau luka serius,” ungkap salah satu warga setempat dengan nada khawatir.

Baca Juga:  SIKAP TEGAS POLSEK DENTE TELADAS: GELAR STRONG POINT SORE, AMANAH JAGA KEAMANAN, SITUASI WILAYAH KONDUSIF SEPENUHNYA

Bayangkan, setiap hari warga harus mempertaruhkan nyawa dan keselamatan diri hanya untuk beraktivitas sehari-hari. Risiko kecelakaan sangat tinggi, namun solusi dari pemerintah desa seakan tak kunjung datang.

Yang membuat kemarahan warga semakin memuncak adalah sikap dingin dan ketidakpedulian yang ditunjukkan oleh pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan yang sudah rusak parah selama bertahun-tahun ini seakan tidak pernah dilihat atau didengar oleh pemerintah daerah maupun dinas terkait. Mereka diduga kuat “tutup mata” dan pura-pura tidak tahu akan penderitaan masyarakat di sini.

Lebih jauh lagi, warga juga menyoroti kinerja pemimpin di tingkat desa. Disebutkan bahwa sosok Kepala Kampung (Kades) Pasiranjaya yang berinisial N ini dinilai sangat kurang perhatian.

“Sangat disayangkan, sang Kades diduga tidak pernah sekalipun turun meninjau langsung kondisi jalan ini. Padahal sebagai pemimpin masyarakat, sudah seharusnya beliau melihat sendiri bagaimana susahnya warga bergerak,” tambah sumber kami.

Masyarakat Pasiranjaya sudah sangat muak dan lelah dengan janji-janji manis yang tidak pernah terealisasi. Mereka menuntut agar pemerintah segera turun tangan, melakukan perbaikan total, dan tidak lagi mengabaikan hak dasar warga untuk mendapatkan akses jalan yang layak dan aman.

Jalan poros ini sangat vital, menghubungkan berbagai wilayah dan mendukung aktivitas pertanian serta ekonomi warga. Jika dibiarkan terus rusak seperti ini, bukan hanya kesulitan transportasi, tapi bisa menghambat roda ekonomi desa secara keseluruhan.

Semoga laporan ini menjadi tamparan keras agar segera ada perbaikan sebelum ada korban jiwa yang berjatuhan akibat kelalaian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang
Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak
SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat
Papan Proyek Jalan Lingkungan di Menggala Tulang Bawang Tanpa Volume dan Sumber Dana, Dinilai Langgar Transparansi
Warga Sungai Nibung Apresiasi Dukungan Toko Bangunan Lokal dalam Program Bedah Rumah Layak Huni
Rangkaian Kericuhan di Bandar Surabaya Lampung Tengah: Dari Pencurian Sawit hingga Pembakaran Motor dan Penyerangan Mapolsek
Masyarakat Bratasena Gelar Istighosah, Panjatkan Doa Kembalikan Kejayaan Tambak Udang
Alur Dangkal, Nelayan di Kanal Sungai Mahabang Tulang Bawang Kesulitan Melaut
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:00 WIB

SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:53 WIB

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Warga Sungai Nibung Apresiasi Dukungan Toko Bangunan Lokal dalam Program Bedah Rumah Layak Huni

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rangkaian Kericuhan di Bandar Surabaya Lampung Tengah: Dari Pencurian Sawit hingga Pembakaran Motor dan Penyerangan Mapolsek

Berita Terbaru

Kabarnegri

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:53 WIB