KRITIK MBG DIBALAS ANCAMAN! Siswa SMK Kudus Diteror Usai Surati Presiden Prabowo

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Mediaintelijen.id – Kebebasan berpendapat kembali menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat. Seorang siswa SMK di Kudus, Jawa Tengah, bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi, mendadak menjadi perbincangan publik usai mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, alih-alih mendapatkan respons diskusi yang sehat dan beradab, ia justru menerima intimidasi dan ancaman yang membuatnya merasa sangat tertekan.

Dalam surat yang viral tersebut, Arsya menyampaikan pandangannya yang kritis terkait program unggulan pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berpendapat bahwa alangkah lebih baik jika anggaran yang disiapkan untuk program tersebut dialihkan demi meningkatkan kesejahteraan para guru yang selama ini dianggap belum memadai.

Niat baik untuk menyampaikan aspirasi dan saran konstruktif justru berbuah pahit bagi pelajar muda ini. Setelah suratnya tersebar luas di media sosial, Arsya mengaku mendapatkan serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia menerima berbagai pesan masuk (Direct Message) yang berisi ancaman, hinaan, dan ujaran kebencian dari akun-akun yang tidak dikenal.

Yang lebih mengejutkan dan memprihatinkan, dugaan kuat menyebutkan bahwa intimidasi tersebut diduga datang dari pihak yang memiliki kepentingan, bahkan diduga berasal dari seseorang yang terkait erat dengan penyedia program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya sendiri. Hal ini tentu membuat Arsya merasa sangat tidak aman dan tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sekolahnya sehari-hari.

Menanggapi kasus yang menimpa siswa tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas terkait langsung bergerak cepat memberikan perlindungan dan kepastian hukum.

Baca Juga:  SOSOK IPDA NURKHOLIK S.H., KAPOLSEK DENTETELADAS YANG RENDAH HATI DAN SELALU HADIR BAGI MASYARAKAT

Dikutip dari Suara Merdeka Muria, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, membenarkan hal tersebut dan menegaskan sikap tegas pemerintah daerah.

“Kami akan memberikan perlindungan kepada Arsya. Tindakan menyampaikan pendapat secara kritis adalah hal yang sah dan dilindungi hukum,” ujar Putut.

Ia menekankan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, termasuk pelajar, asalkan disampaikan dengan cara yang baik, sopan, dan santun sebagaimana yang telah dilakukan oleh Arsya.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa tersebut, pihaknya akan melakukan pendampingan khusus melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Langkah ini diambil agar Arsya dan keluarganya merasa aman serta tidak perlu merasa takut atas ancaman yang diterimanya.

Kasus ini kembali memantik diskusi panjang lebar tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan pendapat. Arsya dalam suratnya tidak bermaksud menentang pemerintah secara buta, melainkan memberikan usulan yang menurutnya lebih mendesak, yaitu kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Sayangnya, respons yang datang justru berupa intimidasi yang mencoba membungkam suara kritis. Hal ini tentu sangat disayangkan dan mencoreng wajah demokrasi.

Dengan adanya intervensi dan jaminan perlindungan penuh dari Dinas Sosial Kudus, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Bahwasanya demokrasi harusnya menjadi ruang yang sehat untuk bertukar pikiran, bukan tempat untuk saling mengancam dan membungkam kebenaran.

Penulis : Marfana

Editor : Arjun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebyar CP Prima 2026 di Bratasena Adiwarna Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Kebangkitan Budidaya Udang
PT Central Pertiwi Bahari Gelar Gebyar Undian Berhadiah Pakan & Benur CP Prima 2026 di Tulang Bawang, Hadiah Utama Umroh Gratis
SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang
Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak
SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat
Papan Proyek Jalan Lingkungan di Menggala Tulang Bawang Tanpa Volume dan Sumber Dana, Dinilai Langgar Transparansi
Warga Sungai Nibung Apresiasi Dukungan Toko Bangunan Lokal dalam Program Bedah Rumah Layak Huni
Rangkaian Kericuhan di Bandar Surabaya Lampung Tengah: Dari Pencurian Sawit hingga Pembakaran Motor dan Penyerangan Mapolsek
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Gebyar CP Prima 2026 di Bratasena Adiwarna Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Kebangkitan Budidaya Udang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:48 WIB

PT Central Pertiwi Bahari Gelar Gebyar Undian Berhadiah Pakan & Benur CP Prima 2026 di Tulang Bawang, Hadiah Utama Umroh Gratis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:00 WIB

SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:53 WIB

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Kabarnegri

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:53 WIB