BOMBASTIS! Anggota Polri Aktif Akui Raup Rp16 Miliar Fee Proyek Pemkab Bekasi, Siap Kembalikan Uang Negara

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Mediaintelijen.id – Persidangan kasus korupsi mega proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali memantik perhatian publik. Rabu, 8 April 2026, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, sebuah fakta mengejutkan terungkap dari mulut seorang saksi yang mengaku sebagai anggota Polri aktif.

Saksi yang hadir dan menjadi sorotan utama adalah Yayat Sudrajat, yang dikenal dengan julukan “Lippo”. Ia hadir dalam sidang yang menjerat pengusaha Sarjan, yang diduga sebagai pemberi suap kepada Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Novian Saputra, Yayat Sudrajat secara gamblang mengungkap keterlibatannya dalam jaringan bisnis proyek di Kabupaten Bekasi yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Dalam persidangan yang berlangsung sengit, Yayat menjawab pertanyaan dari tim jaksa KPK yang dipimpin oleh Tony Indra dan Ade Azharie. Ia mengakui tanpa beban bahwa dirinya mendapatkan keuntungan finansial yang sangat besar dari proyek-proyek yang dikerjakan oleh terdakwa Sarjan.

Menurut pengakuannya, skema yang berjalan adalah dirinya mendapatkan bagian atau fee sebesar 7 persen dari total nilai kontrak proyek yang didapatkan dari berbagai dinas di lingkungan Pemkab Bekasi. Dikutip dari dskjabar.com

“Ya benar Pak, saya dapat sekitar 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan,” ujar Yayat mengakui pertanyaan jaksa.

Angka persentase tersebut mungkin terdengar biasa dalam dunia bisnis, namun ketika dikalkulasikan dengan nilai proyek yang besar, hasilnya menjadi angka yang fantastis.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh penyidik dan diperlihatkan kepadanya di ruang sidang, terungkap bahwa total uang yang berhasil dikantongi oleh Yayat Sudrajat dari skema tersebut mencapai angka yang sangat menggiurkan namun ilegal.

Disebutkan bahwa dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, total uang yang diterimanya mencapai sekitar Rp16 Miliar. Jumlah yang luar biasa besar ini didapatkannya hanya dari peran serta dalam pengurusan dan pengerjaan proyek-proyek di daerah tersebut.

Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa praktik suap dan mark-up atau pembagian fee dalam proyek pemerintah di Kabupaten Bekasi telah berjalan sistematis dan terstruktur dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga:  TRAGEDI MENGERIKAN! Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas Mengenaskan, Otak Keluar di Kamar Kontrakan

Di tengah persidangan, saksi Yayat Sudrajat juga menyampaikan sikapnya terkait uang hasil proyek tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan kepada penyidik bahwa dirinya bersedia untuk mengembalikan seluruh uang yang dinilai merugikan keuangan negara tersebut.

“HP saja disita penyidik menanyakan kapan bisa mengembalikan uang kerugian negara itu, saya pada prinsipnya siap mengembalikan tapi mohon waktu,” paparnya di hadapan hakim dan jaksa.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yayat menyadari kesalahannya dan berupaya melakukan restitusi atau pengembalian aset negara, meskipun ia meminta kelonggaran waktu untuk menyediakan dana tersebut.

Momen paling krusial dan menjadi sorotan terjadi ketika jaksa KPK, Tony Indra, melayangkan pertanyaan mendasar mengenai etika dan aturan kedinasan.

“Apakah sebagai anggota Polri, Bapak dibolehkan mengurus dan mendapatkan keuntungan dari proyek pemerintah daerah?” tanya Jaksa Tony Indra tegas.

Tanpa berbelit-belit, Yayat Sudrajat langsung menjawab singkat namun memukau:

“Tidak boleh Pak.”

Dengan jawaban tersebut, ia secara hukum dan moral telah mengakui bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah sebuah kesalahan fatal dan pelanggaran berat. Sebagai aparat penegak hukum, seharusnya ia menjaga integritas dan tidak terjun ke dalam bisnis proyek yang berpotensi konflik kepentingan serta korupsi.

“Saya mengakui ini adalah kesalahan saya sebagai anggota polisi,” tambahnya menunduk.

Perlu diketahui, persidangan ini merupakan kelanjutan dari kasus suap yang menjerat pengusaha Sarjan. Sarjan diduga memberikan sejumlah uang kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang demi kelancaran mendapatkan proyek-proyek strategis di Pemkab Bekasi.

Keterlibatan oknum polri aktif yang mengaku meraup untung Rp16 miliar ini membuka tabir bahwa jaringan korupsi ini tidak hanya melibatkan pejabat eksekutif dan pengusaha, tetapi juga menyusup hingga ke lingkungan aparat keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terus berjalan untuk mengusut tuntas seluruh aliran dana dan pihak-pihak yang menikmati hasil proyek tersebut demi tegaknya keadilan dan pemulihan kerugian negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TRAGEDI BERDARAH DI KAWASAN WISATA BAKAUHENI: REMAJA ANGGOTA PSHT TEWAS DITUSUK TEMAN SENDIRI, BERAWAL DARI PERSOALAN SEPELE KARTU SELULER
WANITA ASAL MUARA ENIM DIAMANKAN POLISI, GELAPKAN UANG RP 60 JUTA DENGAN MODUS TAWARAN KERJA
DUGAAN KETERLIBATAN TIGA ANGGOTA POLSEK MANIS MATA DALAM PEREDARAN SABU, POLRES KETAPANG TEGASKAN TIDAK AKAN LINDUNGI ANGGOTA BERBUAT SALAH
PERJALANAN PULANG BERAKHIR TRAGIS: SEORANG KEPALA KELUARGA MENINGGAL DUNIA AKIBAT KECELAKAAN TUNGGAL, DIDUGA KARENA MENGHINDARI LUBANG JALAN DI PANARAGAN JAYA
Patroli KRYD dan Operasi Kejahatan Jalanan Digelar, Kapolsek Cikarang Pusat Pastikan Situasi Aman Kondusif
KOKOHNYA PERSATUAN: TNI, POLRI, DAN MASYARAKAT DESA PASIRANJAYA SELALU KOMPAK DALAM SETIAP LANGKAH
Berkat Gagasan dan Inisiatif Kapolsek Denteteladas, Perbaikan Jalan Dengan Sistem Donasi Terbuka Berhasil dan Dilanjutkan ke Titik Lain
SEMPAT MEMBERIKAN PERLAWANAN KERAS DAN BERUSAHA LARI, TERSANGKA SPESIALIS CURANMOR BERSENJATA DITEMBAK DILUMPUHKAN OLEH TIM SATRESKRIM POLRES PRINGSEWU
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:34 WIB

TRAGEDI BERDARAH DI KAWASAN WISATA BAKAUHENI: REMAJA ANGGOTA PSHT TEWAS DITUSUK TEMAN SENDIRI, BERAWAL DARI PERSOALAN SEPELE KARTU SELULER

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

WANITA ASAL MUARA ENIM DIAMANKAN POLISI, GELAPKAN UANG RP 60 JUTA DENGAN MODUS TAWARAN KERJA

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:53 WIB

DUGAAN KETERLIBATAN TIGA ANGGOTA POLSEK MANIS MATA DALAM PEREDARAN SABU, POLRES KETAPANG TEGASKAN TIDAK AKAN LINDUNGI ANGGOTA BERBUAT SALAH

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:30 WIB

PERJALANAN PULANG BERAKHIR TRAGIS: SEORANG KEPALA KELUARGA MENINGGAL DUNIA AKIBAT KECELAKAAN TUNGGAL, DIDUGA KARENA MENGHINDARI LUBANG JALAN DI PANARAGAN JAYA

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:14 WIB

Patroli KRYD dan Operasi Kejahatan Jalanan Digelar, Kapolsek Cikarang Pusat Pastikan Situasi Aman Kondusif

Berita Terbaru