JAKARTA – Mediaintelijen.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran besar-besaran struktur kepemimpinan di lingkungan internal organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Langkah strategis ini tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 yang lalu. Melalui surat perintah tersebut, Kapolri mengesahkan pelaksanaan rotasi dan mutasi jabatan yang menyasar Perwira Tinggi (Pati) maupun Perwira Menengah (Pamen), sebagai bagian tak terpisahkan dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta regenerasi kepemimpinan Polri.
Secara rinci, tercatat sebanyak 108 personel mengalami pergeseran posisi dan tanggung jawab dalam putaran mutasi kali ini. Jumlah tersebut mencakup berbagai kategori perpindahan, mulai dari perwira yang mendapatkan kenaikan pangkat dan jabatan (promosi), pergeseran jabatan setara atau yang dikenal dengan istilah flat, perwira yang telah selesai menjalani pendidikan, hingga personel yang memasuki masa purnabakti atau pensiun.
Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 91 personel masuk dalam kategori promosi jabatan maupun pergeseran jabatan setara. Penempatan baru ini mencakup sejumlah posisi kunci dan strategis yang tersebar di Markas Besar (Mabes) Polri serta di wilayah-wilayah hukum kepolisian daerah di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memastikan roda organisasi tetap berjalan dinamis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks.
PENUGASAN STRATEGIS DI MABES POLRI: KOMJEN PANCA PUTRA DILANTIK JADI KALEMDIKLAT
Salah satu penunjukan penting di tingkat pimpinan utama Mabes Polri adalah penempatan Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. Beliau dipercaya menduduki jabatan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Posisi ini sangat krusial karena menjadi ujung tombak dalam mencetak, mendidik, dan membentuk sumber daya manusia Polri yang berkualitas, berintegritas, profesional, dan memiliki semangat pengabdian tinggi. Penunjukan ini diharapkan membawa angin segar dalam sistem pendidikan dan pelatihan kepolisian agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan tantangan tugas ke depan.
PERGANTIAN 9 KAPOLDA: PENYEGARAN KEPEMIMPINAN DI WILAYAH
Pergeseran jabatan yang paling banyak disorot publik adalah di tingkat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Sebanyak sembilan jabatan Kapolda mengalami pergantian personel dalam putaran kali ini. Mereka adalah para perwira tinggi yang dinilai memiliki rekam jejak baik, kapabilitas, serta kompetensi mumpuni untuk memimpin organisasi di kewilayahan masing-masing.
Berikut adalah daftar nama-nama Kapolda baru yang ditetapkan:
1. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. – Kapolda Sumatera Barat
2. Brigjen Pol Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H. – Kapolda Kalimantan Utara
3. Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. – Kapolda Jawa Barat
4. Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H. – Kapolda Kalimantan Barat
5. Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H. – Kapolda Maluku Utara
6. Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. – Kapolda Nusa Tenggara Barat
7. Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. – Kapolda Bengkulu
8. Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., M.M. – Kapolda Sulawesi Tenggara
9. Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H. – Kapolda Sulawesi Tengah
Keberadaan para Kapolda baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, meningkatkan kinerja pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum masing-masing, baik di provinsi besar maupun di daerah perbatasan dan kepulauan.
ROTASI KAPolRES: PENYEGARAN DI WILAYAH METRO DAN KOTA BESAR
Mutasi jabatan juga menyentuh struktur pimpinan di tingkat Resort Kepolisian (Polres), khususnya untuk wilayah berstatus Metro dan Kota Besar yang memiliki tantangan tugas lebih berat dan kompleksitas tinggi. Dalam daftar kali ini, terdapat dua nama yang ditetapkan memimpin Polres strategis:
– Kombes Pol Dr. Christian Rony Putra, S.I.K., M.H. – Kapolres Metro Depok
– Kombes Pol Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M. – Kapolresta Pangkal Pinang
Penempatan ini menjadi bukti bahwa Polri terus berupaya menempatkan sosok-sosok terbaik di garda terdepan, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk dan rawan berbagai persoalan sosial maupun keamanan.
RINCIAN PROMOSI DAN KENAIKAN GOLONGAN PERWIRA
Dalam surat telegram tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia juga merinci rincian kenaikan pangkat dan golongan yang dialami para perwira. Ada lonjakan promosi yang cukup besar, menunjukkan adanya pembinaan karier yang berjenjang dan terbuka bagi personel berprestasi.
Adapun rincian kenaikan jabatan dan golongan tersebut adalah sebagai berikut:
– Sebanyak 16 personel mendapatkan promosi ke golongan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).
– Sebanyak 3 personel mengalami pergeseran jabatan setara atau flat di tingkatan Irjen Pol.
– Sebanyak 43 personel mendapatkan promosi naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).
– Sebanyak 16 personel mendapatkan promosi menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), dengan rincian pembagian nivelering:- Nivelering IIB1: 12 personel
– Nivelering IIB2: 3 personel
– Nivelering IIB3: 1 personel
SATU PERWIRA WANITA Raih PROMOSI: BRIGJEN POL A.A. SAGUNG DIAN KARTINI
Satu hal yang menarik dan menjadi kebanggaan tersendiri dalam putaran mutasi kali ini adalah adanya keterlibatan Perwira Wanita (Polwan) yang mendapatkan kepercayaan besar. Bernama lengkap Brigjen Pol Dra. A.A. Sagung Dian Kartini, M.Si., beliau berhasil meraih promosi jabatan dan dipercaya menjabat sebagai Kepala Bantuan Administrasi dan Materiil (Karolemtala) Staf Administrasi dan Perencanaan (Stamarena) Polri.
Kenaikan jabatan ini menjadi bukti nyata bahwa dalam organisasi Polri, kesempatan berkarir dan menduduki jabatan strategis terbuka luas bagi seluruh elemen, tanpa membedakan jenis kelamin, selama memiliki kompetensi, dedikasi, dan integritas yang tinggi. Kehadiran perwira wanita di jajaran pimpinan juga diharapkan dapat memperkaya perspektif kepemimpinan serta memperkuat pendekatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.
TIGA SELESAI PENDIDIKAN DAN 14 MENGINTAI MASA PENSIUN
Selain promosi dan pergeseran jabatan, mutasi kali ini juga mencatat adanya penyelesaian tugas pendidikan bagi sejumlah perwira. Tercatat 3 personel telah menyelesaikan pendidikan dan kembali ditugaskan ke jabatan baru sesuai dengan keahlian dan jenjang kariernya.
Di sisi lain, terdapat pula 14 personel yang memasuki masa purnabakti atau pensiun. Kepergian mereka dari dinas aktif adalah babak akhir dari pengabdian, dedikasi, dan bakti yang telah diberikan selama puluhan tahun bagi bangsa dan negara melalui institusi Polri. Kepada para pensiunan ini, Kapolri dan seluruh jajaran menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas segala pengabdian, kerja keras, dan jasa-jasa yang telah ditorehkan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia.
MUTASI ADALAH HAL ALAMIAH DALAM ORGANISASI
Meresmikan pelaksanaan mutasi ini, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, memberikan penjelasan resmi kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu (09/05/2026). Ia menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan fenomena yang sangat alamiah dan sudah menjadi tradisi dalam pembinaan organisasi kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” tegas Irjen Johnny Eddizon Isir.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pergantian pemimpin tidak semata-mata sekadar pindah tugas, melainkan sebuah strategi besar untuk memperkuat pelaksanaan tugas pokok Polri. Dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin prima, perlindungan terhadap warga negara semakin maksimal, dan fungsi pengayoman semakin terasa kehadirannya di tengah masyarakat.
“Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya menutup penjelasan.
Langkah mutasi 108 perwira ini menegaskan tekad Polri untuk terus berbenah, meremajakan struktur, dan memastikan bahwa setiap pemimpin yang duduk di kursi jabatan memiliki semangat baru, ide baru, dan komitmen tinggi untuk mengemban amanah menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyegaran ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Polri selalu bergerak maju, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan bertekad menjadi institusi yang semakin dicintai dan dipercaya oleh rakyat.
#MutasiPolri2026 #RotasiJabatan #Kapolri #PenyegaranOrganisasi #KapoldaBaru #PatiPolri #PamenPolri #ProfesionalismePolri #PengabdianUntukRakyat











