JAKARTA – Mediaintelijen.id – Suara kritikan keras dan permintaan tegas kembali menggema menyasar kinerja Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, pengacara kondang Tanah Air, Hotman Paris Hutapea, secara terbuka dan lantang mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera memberhentikan atau mencopot Natalius Pigai dari jabatannya sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM). Desakan ini disampaikan Hotman karena ia merasa sangat muak, kecewa, dan menilai kinerja Natalius Pigai selama menjabat jauh dari harapan serta tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kekecewaan mendalam ini disampaikan langsung oleh Hotman Paris dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media dan diunggah melalui akun media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut. Sebagai salah satu warga negara yang taat aturan dan dikenal sebagai pembayar pajak terbesar di Indonesia, Hotman mengaku sangat tidak rela dan keberatan apabila uang yang ia sumbangkan melalui pembayaran pajak justru digunakan untuk mendanai operasional kementerian serta menggaji seorang menteri yang dinilainya tidak mampu menunjukkan performa kerja yang bermutu, produktif, dan berkualitas bagi kepentingan rakyat banyak.
Tanpa ragu dan berbasa-basi, Hotman melontarkan permintaan pencopotan itu dengan nada yang penuh penekanan dan kemarahan atas apa yang ia pandang sebagai pemborosan keuangan negara.
“Copot Menteri HAM! Saya pribadi tidak setuju sebagai salah seorang pembayar pajak. Jangan pakai uang rakyat untuk membiayai menteri dengan kualitas seperti itu,” tegas Hotman Paris dengan nada yang keras dan lugas dalam pernyataannya yang menyita perhatian publik tersebut.
Bagi pengacara yang dikenal tegas dan blak-blakan ini, anggaran negara yang berasal dari keringat rakyat, termasuk pajak yang ia bayarkan dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya, seharusnya digunakan secara bijak, tepat sasaran, dan menghasilkan dampak positif yang nyata bagi kemakmuran bangsa. Oleh karena itu, ia sangat menyayangkan jika dana tersebut justru habis untuk membiayai jabatan yang menurutnya tidak berjalan efektif.
Lebih jauh lagi, Hotman menguraikan alasan di balik kemarahannya tersebut. Ia menyoroti kebiasaan Natalius Pigai yang sejak awal menjabat selalu meminta alokasi anggaran dalam jumlah yang besar, namun sayangnya permintaan anggaran yang terus-menerus itu tidak diimbangi dengan capaian kerja atau prestasi yang setara dan membanggakan. Menurut pandangannya, tidak ada hasil kerja yang tampak signifikan yang dapat dibuktikan oleh Natalius Pigai di tengah masyarakat, padahal ia terus menagih dana negara yang tidak sedikit jumlahnya.
“Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Ngapain kayak begitu kualitas menteri dipelihara? Dari awal minta anggaran gede, anggaran gede, anggaran gede. Kalau Pak Menteri tahu diri dong, kau mundur deh. Enggak ada prestasimu, mundur kau!” lanjut Hotman dengan nada yang semakin terdengar geram dan penuh kekecewaan mendalam.
Pernyataan yang sangat tajam ini mengisyaratkan bahwa menurut penilaian Hotman Paris, seorang pejabat negara, apalagi yang menduduki jabatan menteri, wajib memiliki rasa malu dan kesadaran diri yang tinggi. Jika dirasa belum mampu memberikan kinerja terbaik atau jika permintaan dukungan dana yang besar tidak menghasilkan kinerja yang terukur dan memuaskan, maka langkah terbaik yang seharusnya diambil adalah mengundurkan diri secara sukarela demi kebaikan bersama dan efisiensi anggaran negara.
Hotman menegaskan, mempertahankan pejabat yang tidak memiliki prestasi kerja yang jelas hanya akan menjadi beban berat bagi keuangan negara dan menjadi lelucon tersendiri di mata masyarakat yang setiap hari bekerja keras membayar pajak demi kemajuan bangsa. Ia menganggap bahwa uang negara yang seharusnya bisa dialihkan untuk memperbaiki nasib rakyat, meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur, justru terbuang percuma untuk membiayai kementerian yang dinilainya tidak bekerja maksimal.
Pernyataan tegas dari tokoh hukum papan atas Indonesia ini pun langsung menjadi sorotan utama dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat maupun pengamat politik. Banyak pihak yang kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan berbagai pandangan, ada yang sependapat dan menginginkan evaluasi kinerja secara menyeluruh terhadap seluruh jajaran kabinet, namun tak sedikit pula yang meminta agar Natalius Pigai diberikan kesempatan untuk menjawab dan membela diri serta membuktikan capaian kerjanya selama ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang disampaikan oleh pihak Kementerian HAM maupun dari Natalius Pigai pribadi menyikapi desakan keras dan kritikan pedas yang disampaikan oleh Hotman Paris tersebut. Publik pun kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto menyikapi permintaan pencopotan yang datang dari elemen masyarakat ini, serta apakah evaluasi kinerja kabinet akan segera dilakukan demi menjaga kepercayaan rakyat dan efektivitas pemerintahan.
Penulis : Arjun
Editor : Marfana











