TULANG BAWANG BARAT – Mediaintelijen.id – Sebuah peristiwa menyedihkan dan penuh duka menimpa satu keluarga warga Tiyuh Gunung Katun Malai, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Perjalanan yang seharusnya menjadi perjalanan pulang yang menyenangkan dan penuh kehangatan keluarga, justru berakhir sangat tragis setelah mereka mengalami musibah kecelakaan lalu lintas jenis tunggal di ruas jalan tepat di depan lokasi Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial (PONED) Panaragan Jaya. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada malam hari, Rabu tanggal 27 Mei 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.
Dalam insiden yang memilukan tersebut, diketahui seorang pria bernama Karim (37 tahun), yang bertindak sebagai pengendara sekaligus kepala keluarga, dinyatakan meninggal dunia tepat di lokasi kejadian. Nyawanya tidak tertolong seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya bersama keluarga tercinta diduga kehilangan kendali secara tiba-tiba. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi saat Karim berupaya menghindari lubang yang cukup besar dan dalam di tengah badan jalan, sehingga menyebabkan kendaraan yang ditumpangi terbalik dan terpelanting.
Sementara itu, anggota keluarga lainnya yang turut menjadi penumpang, yaitu istri dan kedua anak korban, beruntung masih dapat diselamatkan nyawanya meskipun mereka tidak luput dari cedera fisik. Sang istri dan kedua anaknya dilaporkan mengalami sejumlah luka di sekujur tubuh serta mengalami guncangan jiwa atau trauma yang cukup berat akibat kejadian yang menimpa mereka di malam yang gelap itu.
Peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar maupun pengguna jalan lain yang kebetulan sedang melintas di lokasi tersebut. Melihat kejadian yang begitu cepat dan mengejutkan itu, sejumlah orang segera berhenti dan memberikan pertolongan pertama. Salah seorang saksi mata yang berada di lokasi, bernama Dani, menceritakan kronologi pertolongan yang dilakukan oleh warga.
“Kondisi korban pria saat itu sudah tidak sadarkan diri dan mulutnya mengeluarkan darah segar. Kami yang melihat langsung sangat terkejut dan langsung berusaha membantu sekuat tenaga, serta segera memanggil petugas kesehatan di PONED karena lokasi kejadian tepat berada di depannya,” ungkap Dani dengan nada sedih saat menceritakan kembali kejadian tersebut.
Namun demikian, ia menyampaikan keterangan yang cukup menyayangkan. Menurutnya, pada saat pertolongan sangat dibutuhkan, warga sempat tidak mendapatkan respons yang cukup cepat dari petugas medis di fasilitas kesehatan tersebut. Melihat kondisi korban yang semakin memburuk dan tidak ada tanda-tanda bantuan datang segera, akhirnya warga mengambil inisiatif sendiri dengan mengambil tandu secara mandiri untuk kemudian digunakan mengevakuasi korban menuju tempat perawatan. Baru beberapa saat setelah upaya warga dilakukan, petugas kesehatan dari PONED akhirnya keluar dan mulai memberikan pertolongan serta penanganan awal terhadap para korban kecelakaan.
Di tengah kondisi fisik yang lemah dan rasa sakit yang dideritanya, istri korban masih sempat memberikan keterangan yang jelas kepada warga yang sedang menolong mereka. Ia menceritakan bahwa kecelakaan itu terjadi tepat saat kendaraan yang mereka tumpangi berusaha menghindari lubang yang ada di permukaan jalan tersebut.
Diketahui sebelumnya, keluarga tersebut baru saja menyelesaikan perjalanan dari wilayah Menggala dengan tujuan pulang ke kediaman mereka di Gunung Katun Malai. Namun, nahas tak dapat dielakkan, di sisa perjalanan yang tinggal sedikit itu, musibah menimpa mereka dan merenggut nyawa sang kepala keluarga untuk selama-lamanya.
Setelah dilakukan serangkaian penanganan medis di lokasi, jenazah almarhum Karim kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk disemayamkan dan selanjutnya dimakamkan. Sedangkan sang istri yang masih memerlukan perawatan medis lebih mendalam dan pemantauan ketat, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tulang Bawang Barat guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
Merespons kejadian tersebut, pihak kepolisian dari unit lalu lintas telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara rinci dan teliti. Penyidik juga telah mengumpulkan keterangan dari para saksi mata maupun pihak-pihak terkait, guna mendalami dan memastikan penyebab pasti serta kronologi lengkap terjadinya kecelakaan tunggal yang memakan korban jiwa tersebut.
Penulis : Sugianto
Editor : Marfana











