TULANG BAWANG – Mediaintelijen.id – Rasa kecewa dan pertanyaan besar kembali meluncur dari masyarakat Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Warga di wilayah jalan poros Hasan Bulan dan Kanal Buntu kini mempertanyakan keadilan pembangunan yang terasa sangat timpang saat ini. Senin 20 April 2026 Pukul 16:15 wib.
Di satu sisi, anggaran untuk program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) terlihat mengalir deras dan nilainya fantastis. Namun di sisi lain, anggaran untuk perbaikan jalan di wilayah mereka justru terlihat mandek, terkatung-katung, dan seolah “mampet seperti disumpal”. “Ucap”, warga.
Ironisnya, meskipun program MBG sendiri di sejumlah daerah masih menuai masalah hingga menimbulkan kasus keracunan, aliran dana tetap saja berjalan lancar. Sementara jalan yang rusak parah dan menyiksa warga setiap hari justru diabaikan begitu saja.
“Ada Apa dengan Program-Program Sekarang Ini?”
Pertanyaan pedas itulah yang kini bergema di hati masyarakat Dente Teladas. Warga merasa diperlakukan tidak adil melihat prioritas pembangunan yang terasa aneh dan tidak masuk akal.
“Anggaran MBG ngucur deras walaupun banyak yang keracunan. Tapi kenapa anggaran jalan Hasan Bulan dan Kanal Buntu, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, mampet seperti disumpal?” tulis warga dalam unek-uneknya.
Jalan poros yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi dan akses utama warga untuk bekerja, bersekolah, dan beraktivitas, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar, genangan air, dan permukaan jalan yang hancur dibiarkan begitu saja tanpa ada kepastian kapan akan diperbaiki.
Sementara itu, program lain yang masih menuai pro dan kontra justru mendapatkan perhatian dan alokasi dana yang sangat besar dari pemerintah pusat.
Masyarakat menegaskan bahwa tuntutan mereka sangat sederhana dan mendasar. Mereka tidak meminta hal yang berlebihan, melainkan hanya meminta hak konstitusional dan hak pembangunan yang seharusnya mereka terima sebagai warga negara.
Jalan yang layak dan aman adalah hak setiap rakyat. Pajak yang selama ini dibayarkan oleh masyarakat seharusnya kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk fasilitas yang baik, termasuk perbaikan jalan yang rusak parah ini.
“Kami hanya menuntut hak jalan kami dibangun. Dan hak pajak untuk pembangunan jalan kami,” tegas warga.
Warga berharap agar pemerintah tidak pilih kasih dalam pembangunan. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan, kelancaran ekonomi, dan kenyamanan hidup sehari-hari yang tidak boleh diabaikan demi program lain yang belum jelas manfaatnya.
Dalam pesan yang menyayat hati ini, warga juga menitipkan harapan dan teguran langsung kepada pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mereka berharap agar Bapak Presiden dapat melihat langsung realita pahit yang terjadi di lapangan, mendengar aspirasi rakyat kecil, dan memastikan bahwa anggaran pembangunan benar-benar tersalurkan dengan adil, tepat sasaran, dan tidak ada yang “terhambat” atau “disumbat” oleh birokrasi yang berbelit-belit.
“Prabowo Subianto… tolong perhatikan jalan Hasan Bulan dan Kanal Buntu! Jangan biarkan hak kami terabaikan!”
Masyarakat kini hanya bisa menunggu dan berharap ada perhatian serius dari dinas terkait maupun pemerintah pusat untuk segera menuntaskan permasalahan jalan rusak ini demi keadilan dan kesejahteraan bersama.











