KAYA MANFAAT! Pare, Sayuran Pahit yang Jadi Obat Alami untuk Diabetes dan Kesehatan Tubuh

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mediaintelijen.id – Pare atau yang juga dikenal dengan nama lain Karela merupakan salah satu jenis sayuran yang sering mendapat reaksi beragam dari masyarakat. Rasa pahit yang khas dan cukup kuat menjadi alasan utama mengapa sayuran ini kerap tidak disukai atau bahkan dihindari oleh sebagian besar orang, terutama kalangan anak-anak. Namun, di balik rasa pahitnya tersebut, tersimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa dan beragam manfaat kesehatan yang sayang jika dilewatkan.

Bahkan, dalam dunia kesehatan, pare sudah sejak lama dikenal dan dipercaya sebagai salah satu bahan pangan alami yang memiliki khasiat medis, khususnya dalam membantu penanganan masalah kesehatan tertentu seperti diabetes.

Menurut laporan yang dimuat oleh Hindustan Times, pada Jumat (17/4) waktu setempat, ahli gastroenterologi dan hepatologi di Fortis Hospital, Vasant Kunj, Delhi, Dr. Shubham Vatsya, memaparkan bahwa pare merupakan sumber mikronutrien penting yang sangat dibutuhkan tubuh.

Salah satu keunggulan paling terkenal dari pare adalah kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga sering dijadikan makanan pendamping yang baik bagi penderita diabetes melitus.

Hal ini bukan sekadar mitos, melainkan didukung oleh kandungan senyawa aktif di dalamnya. Dr. Shubham menjelaskan bahwa pare mengandung senyawa spesifik seperti charantin dan polipeptida-p. Kedua zat ini bekerja secara sinergis untuk memberikan dampak positif bagi metabolisme tubuh.

“Pare mengandung senyawa seperti charantin dan polipeptida-p yang mengatur kadar glukosa darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengontrol lonjakan gula,” jelas Dr. Vatsya.

Artinya, konsumsi pare secara tepat dapat membantu tubuh memanfaatkan gula darah dengan lebih baik, mencegah lonjakan kadar gula yang drastis setelah makan, serta membantu kerja hormon insulin yang bertugas mengantarkan gula ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Ini menjadikan pare sebagai bagian dari pola makan sehat yang sangat disarankan bagi mereka yang memiliki riwayat atau sedang menderita diabetes.

Meskipun sering dikaitkan khusus dengan pengobatan diabetes, manfaat pare sebenarnya jauh lebih luas dan bisa dirasakan oleh siapa saja, termasuk orang yang memiliki kondisi tubuh sehat. Dikutip dari keterangan Antara, kandungan mikronutrien yang lengkap di dalamnya memberikan keuntungan bagi seluruh sistem organ tubuh.

Dr. Vatsya juga menyoroti sifat pare yang memiliki daya antioksidan dan antiinflamasi yang sangat kuat. Dua sifat ini sangat krusial dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

“Pare juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, sehingga membantu mengurangi peradangan kronis dan stres oksidatif,” tambahnya.

Baca Juga:  GEMPAR! "Anak Pejabat" Sarankan Warga "Cari Jalan Lain", Warga Tulangbawang Murka

Peradangan kronis dan stres oksidatif diketahui sebagai pemicu utama dari berbagai penyakit berat, mulai dari penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga risiko kanker. Dengan mengonsumsi makanan yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan seperti pare, tubuh mendapatkan perlindungan tambahan untuk melawan radikal bebas dan peradangan yang tidak terlihat.

Selain itu, pare juga sangat baik untuk sistem pencernaan dan metabolisme tubuh secara umum. Berikut rincian manfaatnya:

✅ Mendukung Sistem Pencernaan: Pare kaya akan kandungan serat, vitamin C, serta berbagai mikronutrien lain yang berfungsi melancarkan pergerakan usus. Ini sangat membantu bagi mereka yang sering mengalami masalah sembelit atau pencernaan yang tidak teratur.

✅ Menjaga Kesehatan Hati: Kandungan nutrisinya juga diketahui mendukung fungsi hati agar bekerja lebih optimal dalam menyaring racun dari dalam tubuh. Hati yang sehat adalah kunci metabolisme yang baik.

✅ Mengontrol Kolesterol: Konsumsi pare secara rutin juga dipercaya dapat membantu memperbaiki profil lipid dalam tubuh. Artinya, sayuran ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga keseimbangan lemak darah, yang pada akhirnya akan menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Meskipun segudang manfaat, ahli kesehatan menekankan bahwa segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk dalam konsumsi pare. Ada batasan dan cara konsumsi yang perlu diperhatikan agar manfaatnya didapat tanpa menimbulkan efek samping.

Dr. Vatsya mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi pare secara berlebihan atau menjadikannya asupan harian yang terus-menerus, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk jus yang konsentrasinya sangat pekat.

Konsumsi pare yang berlebihan dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan seperti diare, sakit perut, atau mual. Selain itu, karena kemampuannya yang kuat dalam menurunkan gula darah, konsumsi berlebihan justru bisa berbahaya bagi penderita diabetes yang sudah mengonsumsi obat penurun gula darah, karena bisa menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia) yang berbahaya bagi kesadaran dan keselamatan jiwa.

Bagi wanita hamil dan menyusui, serta orang yang memiliki masalah ginjal tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan pare sebagai bagian dari menu harian atau pengobatan alami.

Secara keseluruhan, pare adalah contoh nyata pepatah yang mengatakan “obat pahit di mulut, bermanfaat di tubuh”. Dengan rasa pahitnya, ia menawarkan perlindungan kesehatan yang komprehensif, mulai dari kontrol gula darah, perlawanan peradangan, hingga kesehatan pencernaan. Kuncinya adalah konsumsi dengan bijak, sewajarnya, dan sebagai bagian dari pola makan sehat yang beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebyar CP Prima 2026 di Bratasena Adiwarna Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Kebangkitan Budidaya Udang
PT Central Pertiwi Bahari Gelar Gebyar Undian Berhadiah Pakan & Benur CP Prima 2026 di Tulang Bawang, Hadiah Utama Umroh Gratis
SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang
Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak
SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat
Papan Proyek Jalan Lingkungan di Menggala Tulang Bawang Tanpa Volume dan Sumber Dana, Dinilai Langgar Transparansi
Warga Sungai Nibung Apresiasi Dukungan Toko Bangunan Lokal dalam Program Bedah Rumah Layak Huni
Rangkaian Kericuhan di Bandar Surabaya Lampung Tengah: Dari Pencurian Sawit hingga Pembakaran Motor dan Penyerangan Mapolsek
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Gebyar CP Prima 2026 di Bratasena Adiwarna Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Kebangkitan Budidaya Udang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:48 WIB

PT Central Pertiwi Bahari Gelar Gebyar Undian Berhadiah Pakan & Benur CP Prima 2026 di Tulang Bawang, Hadiah Utama Umroh Gratis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:00 WIB

SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:53 WIB

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Kabarnegri

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:53 WIB