LAMPUNG Selatan – Mediaintelijen.id – Menjadi pemimpin dan pelindung masyarakat tidak hanya menuntut ketegasan, keberanian, dan kecerdasan dalam bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menuntut kematangan jiwa, kerendahan hati, dan kekokohan iman. Hal inilah yang kembali ditunjukkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Denteteladas, Ipda Nurkholik, S.H., yang terlihat hadir dan khusyuk melaksanakan ibadah serta mendengarkan kajian keagamaan.
Pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 18.30 WIB, Ipda Nurkholik terlihat hadir di Masjid jl. Raden gunawan dusun kebun bibit jaya rt.09 kel.haji mena kec.natar kab. Lam pung selatan
yang berlokasi di kawasan Kota Bandar Lampung. Berbeda dengan penampilannya saat bertugas yang lengkap dengan atribut dinas dan seragam, kali ini beliau tampil sederhana mengenakan pakaian muslim, sama seperti jamaah lainnya yang hadir untuk beribadah. Beliau duduk bersimpuh di antara jamaah, tidak ada perbedaan pangkat, jabatan, maupun kedudukan. Di tempat itu, beliau hanyalah seorang hamba Allah yang datang mencari ilmu, menenangkan hati, dan mengasah jiwa agar tetap bersih, sejuk, dan jauh dari sifat sombong.

Momen yang penuh makna ini menjadi bukti nyata sisi lain dari sosok Ipda Nurkholik yang selama ini dikenal sangat peduli dengan masyarakat, terutama dalam persoalan infrastruktur dan kesejahteraan warga di wilayah hukumnya. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab besar memimpin kepolisian sektor, beliau meluangkan waktu khusus untuk mendatangi masjid, tempat yang dianggapnya sebagai sumber ketenangan dan petunjuk.
Saat para ulama atau penceramah menyampaikan kajian, nasihat, dan pesan-pesan keagamaan di mimbar, Ipda Nurkholik terlihat sangat khusyuk menyimak setiap kata yang disampaikan. Matanya tertuju ke depan, telinganya mendengarkan dengan saksama, dan hatinya menerima setiap nasihat yang masuk. Bagi beliau, kegiatan mendengarkan ceramah ini bukan sekadar rutinitas ibadah semata, melainkan sarana utama untuk mengasah hati.
“Bertugas sebagai Kapolsek, memegang amanah, memimpin orang banyak, dan berhadapan dengan berbagai situasi sulit, keras, maupun berisiko, seringkali menguji hati dan perasaan. Di sinilah pentingnya mendengarkan nasihat para ulama, agar hati ini tetap sejuk, lembut, tidak keras, dan yang paling utama: tidak menjadi sombong karena jabatan maupun kekuasaan yang diamanahkan,” ungkap Ipda Nurkholik menceritakan alasan kehadirannya.
Beliau menyadari bahwa jabatan adalah titipan dan amanah yang sementara. Sombong dan merasa lebih tinggi dari orang lain adalah penyakit hati yang berbahaya, yang bisa membuat seseorang lupa diri dan lalai dalam menjalankan tugas pengabdiannya kepada negara maupun kepada masyarakat. Oleh karena itu, mendengarkan ceramah dan kembali memperdalam nilai-nilai agama menjadi cara beliau untuk terus merendahkan diri, membasuh hati dari sifat buruk, dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berada di jalan kebenaran dan keadilan.
Kehadiran Ipda Nurkholik di Masjid Jami Kebun Bibit ini semakin melengkapi gambaran sosok beliau yang telah lama dikenal sebagai pejabat yang tidak hanya tegas di lapangan, tetapi juga memiliki landasan iman yang kuat. Beberapa waktu lalu, nama beliau menjadi sorotan dan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, khususnya warga Kampung Pasiran Jaya dan sekitarnya, karena kepeduliannya yang luar biasa terhadap kondisi jalan rusak parah di jalur Hasan Bulan.
Beliau adalah sosok yang berani menyatakan kesiapan menyumbangkan batu material dari uang pribadinya demi perbaikan jalan, serta mengajak warga untuk berswadaya dan bergotong royong. Langkah mulia itu muncul bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari hati yang lembut, hati yang tersentuh melihat penderitaan orang lain, dan hati yang mengerti bahwa rezeki dan jabatan yang dimiliki haruslah bermanfaat bagi sesama. Nilai-nilai inilah yang terus beliau perkuat melalui kajian keagamaan seperti yang dilakukan malam itu.
Bagi Ipda Nurkholik, menjadi polisi adalah tentang melayani dan melindungi. Dan untuk bisa melayani dengan baik, seorang aparat haruslah memiliki hati yang bersih, rasa empati yang tinggi, serta kerendahan hati yang luar biasa. Semua nilai tersebut, menurut beliau, sangat banyak diajarkan dan ditekankan dalam setiap ceramah dan pengajian agama.
Kehadiran seorang Kapolsek di masjid, duduk sama rendah dengan warga biasa, mendengarkan nasihat, dan dengan sadar ingin mengasah hati agar tidak sombong, adalah sebuah contoh teladan yang sangat indah dan langka. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin ia harus merendahkan dirinya, semakin ia harus mendekatkan diri kepada Tuhan, dan semakin ia harus menjaga sikap agar tidak terjebak dalam kesombongan jabatan.
Bagi para jamaah yang hadir di Masjid Jami Kebun Bibit malam itu, kehadiran Ipda Nurkholik memberikan kesan mendalam. Mereka melihat sosok aparat yang tidak kaku, tidak angkuh, tetapi justru santun, religius, dan berhati lembut. Hal ini mempererat kembali hubungan antara Polri dan masyarakat, menegaskan kembali semboyan “Polri adalah Sahabat Masyarakat” yang sesungguhnya.
Saat meninggalkan masjid seusai kegiatan, Ipda Nurkholik tampak membawa ketenangan baru di wajahnya. Hatinya kembali terisi, semangatnya kembali berkobar, dan tekadnya semakin menguat: untuk terus mengabdi, menjaga keamanan, membantu warga yang kesulitan, dan yang terpenting tetap menjadi manusia biasa yang hatinya selalu sejuk, rendah hati, dan jauh dari sifat sombong, dalam setiap langkah pengabdiannya.
#IpdaNurkholik #KapolsekDenteteladas #Kerohanian #MasjidJamiKebunBibit #MengasahHati #RendahHati #PolriYangReligius #BandarLampung #PengabdianTanpaSombong
Penulis : M Arfan A
Editor : Arjun











