Bekasi – Mediaintelijen.id – Dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang, jajaran Polsek Cikarang Timur melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengecekan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang berada di wilayah Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan di perlintasan rel kereta api Kampung Ceger RT 001/003 atau yang dikenal masyarakat sebagai Gang Mahmud. Lokasi ini menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya mobilitas warga yang melintas setiap hari, sementara perlintasan tersebut belum dilengkapi palang pintu otomatis maupun petugas penjaga tetap.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Aiptu S. Bakri bersama Bripka Suparman S. Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengawasan terhadap situasi lalu lintas dan frekuensi perjalanan kereta api, tetapi juga memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat pengguna jalan.
Petugas mengingatkan warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rel kereta api, terutama pada perlintasan tanpa sistem pengamanan otomatis yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Aiptu S. Bakri saat memberikan imbauan kepada warga di lokasi.
Dalam sosialisasi tersebut, warga diingatkan untuk menerapkan langkah-langkah keselamatan sederhana namun sangat penting sebelum menyeberangi rel kereta api, di antaranya:
Berhenti sejenak sebelum memasuki rel,
Menengok ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas,
Tidak memaksakan diri menyeberang ketika situasi belum aman,
Serta mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama.
Kapolsek Cikarang Timur Kompol Sugiharto, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan rawan.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di titik-titik perlintasan tanpa palang pintu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas dan keselamatan saat melintasi rel kereta api.
“Kereta api memiliki kecepatan tinggi dan tidak dapat berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, masyarakat harus benar-benar memastikan kondisi aman sebelum melintas. Kehadiran anggota di lapangan juga untuk membantu mengingatkan dan mengarahkan warga agar lebih tertib,” ungkap Kompol Sugiharto.
Selain melakukan pemantauan, petugas turut membantu mengatur arus lalu lintas warga yang melintas, khususnya pada jam-jam sibuk aktivitas masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian mendapat respons positif dari warga sekitar yang merasa lebih aman dan terbantu saat melintasi perlintasan tersebut.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di perlintasan kereta api Gang Mahmud terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Cikarang Timur juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.











