RESMI NAIK! Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Melonjak Drastis, Pertamax Turbo & Solar Langsung Naik Puluhan Ribu

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mediaintelijen.id – Kabar yang ditunggu-tunggu sekaligus menjadi perhatian utama masyarakat akhirnya dirilis secara resmi. PT Pertamina (Persero) mengumumkan kebijakan terbaru mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis non-subsidi yang berlaku efektif mulai hari ini, Sabtu, 18 April 2026, tepat pukul 00.00 WIB.

Kebijakan ini membawa kabar yang cukup mengejutkan karena terjadi kenaikan harga yang sangat signifikan pada beberapa jenis bahan bakar unggulan, meskipun untuk jenis bahan bakar subsidi dipastikan tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.

Kenaikan Signifikan, Harga Solar dan Pertamax Turbo Melonjak

Berdasarkan surat edaran resmi yang diterbitkan oleh manajemen Pertamina, penyesuaian tarif ini diterapkan secara nasional, termasuk di wilayah Jawa Barat. Lonjakan harga yang terjadi dinilai cukup besar dan akan berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan masyarakat.

Berikut adalah rincian lengkap perubahan harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai tengah malam tadi:

✅ Bahan Bakar Bensin (Gasoline)

– Pertamax Turbo- Harga Lama: Rp 13.100
– Harga Baru: Rp 19.400
– Kenaikan: + Rp 6.300 per liter

✅ Bahan Bakar Solar (Diesel)

– Dexlite- Harga Lama: Rp 14.200
– Harga Baru: Rp 23.600
– Kenaikan: + Rp 9.400 per liter
– Pertamina Dex- Harga Lama: Rp 14.500
– Harga Baru: Rp 23.900
– Kenaikan: + Rp 9.400 per liter

Dari data di atas, terlihat jelas bahwa kenaikan tertinggi terjadi pada kategori bahan bakar diesel atau solar berkualitas. Produk Dexlite dan Pertamina Dex mengalami lonjakan harga sebesar Rp 9.400 untuk setiap liternya, menjadikannya kenaikan terbesar dalam penyesuaian kali ini.

Sementara itu, Pertamax Turbo yang merupakan bahan bakar oktan tinggi juga ikut merangkak naik hingga lebih dari Rp 6 ribu, sehingga kini posisinya menjadi salah satu jenis bensin dengan harga termahal di pasaran.

Di tengah gempuran kenaikan harga tersebut, masih ada kabar yang sedikit meredakan beban masyarakat. PT Pertamina memastikan bahwa harga untuk jenis BBM subsidi dan beberapa jenis lainnya dipastikan tetap sama dan tidak berubah.

Baca Juga:  KAMPUNG SUNGAI BURUNG – PERMATA PESISIR TIMUR TULANG BAWANG YANG DILINDUNGI HUTAN MANGROVE DAN KEKAYAAN LAUT MELIMPAH

Jenis BBM yang harganya tetap stabil adalah:
✅ Pertalite : Tetap Rp 10.000 per liter.
✅ BioSolar : Tetap Rp 6.800 per liter.
✅ Pertamax : Tetap Rp 12.300 per liter.

Kestabilan harga pada ketiga jenis bahan bakar ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat luas, terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi maupun Pertamax yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.

Dengan diberlakukannya harga baru ini, posisi harga BBM di pasaran kini menjadi cukup menarik sekaligus memprihatinkan. Produk Pertamax Turbo kini dijual lebih mahal dibandingkan Pertamax reguler, bahkan mendekati atau menyamai harga solar berkualitas tinggi.

Kondisi ini tentu akan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Pengguna kendaraan bermesin diesel kemungkinan besar akan merasakan dampak paling berat karena biaya isi ulang bahan bakar mereka naik hampir separuhnya. Hal ini juga berpotensi mempengaruhi biaya logistik dan transportasi barang yang menggunakan bahan bakar jenis ini.

Menyambut kebijakan baru ini, pihak manajemen dan pengelola SPBU mengimbau seluruh masyarakat untuk segera menyesuaikan perencanaan keuangan dan pengeluaran harian mereka.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengisi bahan bakar:

1. Cek Harga Terbaru: Pastikan mengetahui jenis bahan bakar yang digunakan dan harganya saat ini agar tidak kaget saat pembayaran.
2. Siapkan Saldo: Karena harga naik cukup tinggi, disarankan untuk memastikan saldo di dompet elektronik, kartu debit, atau uang tunai yang dibawa mencukupi untuk transaksi.
3. Pertimbangkan Alternatif: Bagi yang memungkinkan, bisa mempertimbangkan penggunaan jenis bahan bakar lain yang harganya lebih stabil namun tetap sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.

Kebijakan penyesuaian harga ini merupakan bentuk respons perusahaan terhadap dinamika pasar minyak dunia dan nilai tukar mata uang. Meskipun terasa berat, diharapkan langkah ini dapat menjaga keberlangsungan pasokan energi dan pelayanan yang optimal bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebyar CP Prima 2026 di Bratasena Adiwarna Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Kebangkitan Budidaya Udang
PT Central Pertiwi Bahari Gelar Gebyar Undian Berhadiah Pakan & Benur CP Prima 2026 di Tulang Bawang, Hadiah Utama Umroh Gratis
SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang
Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak
SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat
Papan Proyek Jalan Lingkungan di Menggala Tulang Bawang Tanpa Volume dan Sumber Dana, Dinilai Langgar Transparansi
Warga Sungai Nibung Apresiasi Dukungan Toko Bangunan Lokal dalam Program Bedah Rumah Layak Huni
Rangkaian Kericuhan di Bandar Surabaya Lampung Tengah: Dari Pencurian Sawit hingga Pembakaran Motor dan Penyerangan Mapolsek
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Gebyar CP Prima 2026 di Bratasena Adiwarna Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Kebangkitan Budidaya Udang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:48 WIB

PT Central Pertiwi Bahari Gelar Gebyar Undian Berhadiah Pakan & Benur CP Prima 2026 di Tulang Bawang, Hadiah Utama Umroh Gratis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:00 WIB

SPPG Pasiran Jaya 3 Tak Hanya Salurkan MBG, Rutin Santuni Yatim Piatu di Tulang Bawang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Balap Liar di Umbul 7 Pasiran Jaya Meresahkan, Seorang Warga Jadi Korban Tabrak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:53 WIB

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Kabarnegri

SPPG & MBG Pasiran Jaya 2: Hadir dan Berbagi untuk Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026 - 04:53 WIB