TULANG BAWANG, MEDIAINTELIJEN.ID – Kekompakan dan semangat kebersamaan warga di Jalur 46/47, Kampung Bratasena Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, terbukti tak pernah luntur. Meski sepenuhnya berjalan atas usaha swadaya, warga dari tiga kampung yang terhubung jalur ini tetap bersatu padu bahu-membahu memperindah dan memperkokoh jalan penghubung utama mereka. Seluruh biaya pembangunan ini dibiayai murni dari hasil donasi terbuka seikhlasnya dari masyarakat yang peduli akan kemajuan wilayahnya.
Pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, kegiatan pengecoran jalan kembali dilanjutkan. Alhamdulillah, hingga kegiatan berlangsung, panjang jalan yang berhasil dicor telah mencapai sekitar 400 meter sejak kegiatan pertama kali dimulai. Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan warga saat ditemui tim redaksi Kabarnegri di lokasi kegiatan.
Dalam proses pengerjaan malam itu sempat terjadi kendala teknis. Mesin pengaduk beton atau molen tiba-tiba mengalami kerusakan dan tidak dapat dihidupkan, yang sempat menghentikan sejenak aktivitas warga. Namun berkat kesigapan, ketangkasan, dan kerja sama yang erat antarwarga, kendala tersebut segera diatasi. Para warga yang sudah terbiasa bekerja bersama segera turun tangan memeriksa dan memperbaiki sendiri, hingga akhirnya mesin molen dapat berfungsi kembali dan pengerjaan berjalan lancar seperti sedia kala.
Di tengah semangat kerja keras yang ditunjukkan warga, muncul pula rasa kecewa yang tersampaikan secara terbuka. Selama kegiatan gotong royong berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga berakhir, Kepala Kampung Bratasena Adiwarna, serta Kepala Kampung Bratasena Mandiri, sama sekali tidak terlihat hadir atau sekadar meninjau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan warganya sendiri. Padahal jalan yang sedang dibangun ini merupakan akses utama yang menghubungkan tiga kampung sekaligus.
Warga menyampaikan harapan yang tulus, setidaknya para pemimpin kampung berkenan hadir sesaat untuk memberikan semangat atau sekadar melihat langsung perjuangan warganya membangun daerahnya. “Kami tidak meminta bantuan materi, cukup kehadiran dan perhatian dari pemimpin kami itu sudah sangat berarti bagi semangat kami,” ujar salah satu warga yang turut bekerja di lokasi.
Sebanyak 70 orang warga yang berasal dari berbagai dusun terlihat bersatu padu bekerja tanpa pamrih. Mereka melakukannya dengan harapan sederhana: terwujudnya jalan yang baik agar rezeki masyarakat semakin lancar, anak-anak sekolah dapat beraktivitas dengan tenang dan mudah menuju tempat pendidikan tanpa harus terhalang lumpur atau genangan air. Selain itu, jalan yang baik juga sangat dinantikan para pelaku usaha, mulai dari pedagang udang, sayuran, hingga hasil bumi lainnya, sehingga distribusi barang tidak lagi terhambat saat musim hujan tiba.
Meski belum mendapatkan dukungan berupa kehadiran dari para pemimpin kampungnya, tekad warga tak surut sedikitpun. Mereka tetap berpegang teguh pada semangat bahwa kebersamaan, kemandirian, dan gotong royong warga adalah kunci utama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik, aman, dan sejahtera bagi semuanya.
Penulis : Septi
Editor : Jepri











