BEKASI, – Mediaintelijen.id – 9 Juni 2026 – Keamanan warga di wilayah Jalan Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan setelah terjadinya peristiwa pembegalan yang menimpa seorang tukang tempe. Korban yang setiap hari rutin mengirimkan dagangannya ke Pasar Cibenda harus mengalami peristiwa yang sangat merugikan dan mengancam keselamatan dirinya sendiri. Kejadian berlangsung pada dini hari, tepatnya pukul 05.00 WIB, di sepanjang Jalan Cilangkara, tidak jauh dari kediaman Bapak Dewan Bodin.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Bapak Bodong, kejadian berlangsung secara tiba‑tiba saat korban sedang melintasi jalan tersebut untuk menuju tempat memasok dagangan. Tanpa peringatan, sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku tiba‑tiba menghadang dan menyerang korban. Dalam upaya mempertahankan diri dan melawan, korban mengalami luka di bagian dada yang cukup parah dan memerlukan perawatan medis. Tidak hanya menderita luka fisik, pelaku juga berhasil melarikan uang tunai sebesar Rp6 juta yang dibawa korban, yang merupakan hasil jerih payah dan modal usaha yang akan digunakan untuk kebutuhan produksi dan keperluan sehari‑hari keluarganya.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga sekitar. Hal ini tidak terlepas dari kondisi lingkungan di lokasi kejadian yang selama ini dikenal sangat gelap dan minimnya fasilitas penerangan jalan yang memadai. Kegelapan yang menyelimuti sepanjang jalan tersebut selama ini dianggap sebagai faktor utama yang memudahkan para pelaku kejahatan untuk beraksi tanpa rasa takut terlihat atau diketahui orang lain.
Kekhawatiran warga semakin bertambah mengingat kasus serupa sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya. Sekitar enam bulan yang lalu, rumah milik Bapak Dewan Bodin yang berada tidak jauh dari lokasi pembegalan ini juga menjadi sasaran tindak kejahatan. Saat itu, seorang pelaku berhasil mencuri sebuah mobil pickup beserta seluruh muatannya yang memiliki nilai cukup besar. Hingga saat ini, kasus pencurian tersebut yang berada di bawah wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kabupaten belum juga menemukan titik terang, dan identitas serta keberadaan pelakunya belum berhasil diungkap dan ditangkap oleh pihak kepolisian.
“Memang selama ini daerah ini terasa rawan terhadap berbagai tindak kejahatan. Sering terdengar laporan maupun keluhan warga yang menjadi korban pencurian maupun pembegalan, dan hampir semuanya terjadi di tempat‑tempat yang gelap dan sepi seperti ini,” ungkap salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa warga sering merasa was‑was, terutama saat harus beraktivitas pagi buta atau malam hari.
Menyikapi situasi yang semakin mengkhawatirkan dan berulangnya peristiwa yang meresahkan tersebut, warga secara bersama‑sama menyampaikan keluhan, harapan, dan permohonan kepada pihak berwenang. Mereka meminta agar pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta pemerintah desa dan pemerintah daerah segera menindaklanjuti dan memasang lampu penerangan jalan yang memadai di sepanjang Jalan Cilangkara dan jalan‑jalan penghubung di sekitarnya.
Menurut penuturan warga, kondisi jalan yang gelap gulita selama ini kerap dijadikan tempat persembunyian yang aman bagi para pelaku kejahatan untuk merencanakan dan melancarkan aksinya. Dengan adanya penerangan yang cukup, diharapkan aktivitas di sepanjang jalan dapat terlihat jelas, sehingga dapat menimbulkan rasa takut bagi pelaku dan mengurangi peluang terjadinya tindak kejahatan.
Dalam unggahan yang banyak dibagikan di media sosial, warga menyampaikan rasa kesal namun tetap penuh harapan agar kebutuhan dasar ini segera dipenuhi. “Masa harus menunggu atau melapor sampai ke Pak Dedi Mulyadi dulu? Yang kami butuhkan sebenarnya sederhana saja, yaitu lampu penerangan jalan. Cukup kalau daerah ini terang, maka kami pun merasa lebih aman dan tidak lagi dijadikan tempat persembunyian atau sasaran empuk para pelaku,” tulis salah satu warga dalam akunnya.
Ungkapan tersebut kemudian mendapat dukungan luas dari warga lainnya yang juga menyampaikan hal serupa. Mereka pun mengajak masyarakat luas untuk turut menyuarakan hal yang sama agar kebutuhan akan rasa aman ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang.
Diharapkan, dengan segera dipasangnya fasilitas penerangan jalan yang layak dan terpelihara dengan baik, rasa aman dan nyaman warga dapat kembali terpulihkan. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah dan meminimalkan terulangnya peristiwa pembegalan, pencurian, maupun tindak kejahatan lainnya yang merugikan dan mengancam keselamatan warga, khususnya mereka yang harus beraktivitas pada pagi buta maupun malam hari.
Penulis : Arjun
Editor : Marfana











