TULANGBAWANG, – Mediaintelijen.id – Selama tujuh bulan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, nama IPDA Nurkholik S.H. kini bukan lagi sekadar nama jabatan di telinga masyarakat setempat, melainkan telah menjadi simbol kehadiran, perlindungan, dan pelayanan yang tulus. Dalam kurun waktu yang relatif singkat tersebut, sosoknya telah berhasil mencuri hati warga dari berbagai lapisan masyarakat, dikenal luas sebagai pemimpin yang sangat rendah hati, merakyat, dan jauh dari kesan angkuh atau berjarak. Bagi institusi kepolisian, IPDA Nurkholik telah membuktikan dirinya bukan hanya seorang pemimpin biasa, melainkan teladan ideal yang menggambarkan wajah asli Polri: pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya.
Kepemimpinan yang diusung oleh IPDA Nurkholik adalah bukti nyata bahwa aparat penegak hukum dapat hadir tidak hanya sebagai pihak yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai sahabat sejati, pendengar yang baik, serta pelindung bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang, status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Baginya, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dan berhak mendapatkan perlakuan yang adil, sopan, dan penuh perhatian. Filosofi inilah yang kemudian menjadikannya sosok yang dicintai, dipercaya, dan selalu dirindukan kehadirannya di tengah warga binaannya.
Ada sejumlah ciri utama dan teladan luar biasa yang melekat pada sosok Kapolsek yang dikenal sangat dekat dengan rakyat kecil ini, yang kemudian menjadi standar dan acuan bagaimana seharusnya seorang pemimpin kepolisian bersikap:
1. Responsif dan Humanis: Hadir Saat Dibutuhkan
Salah satu keunggulan paling menonjol dari gaya kepemimpinan IPDA Nurkholik adalah sifatnya yang sangat responsif dan sangat manusiawi. Ia tidak pernah menunggu masalah datang ke kantornya, melainkan selalu bergerak turun langsung ke lapangan, menyusuri jalan-jalan desa, masuk ke gang-gang sempit, hingga mendatangi rumah-rumah warga untuk mendengarkan langsung keluhan, aspirasi, maupun kesulitan yang sedang dihadapi masyarakat.
Bagi IPDA Nurkholik, kehadiran polisi bukan hanya saat ada kejahatan terjadi, melainkan juga saat warga sedang tertimpa musibah, ada anggota keluarga yang sakit keras, mengalami kesulitan ekonomi, hingga saat terjadi bencana alam atau kemalangan lainnya. Ia terlihat aktif membantu meringankan beban warga, baik lewat bantuan materiil sederhana maupun sekadar kehadiran dan doa moral yang memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang berduka atau kesusahan. Sikap empati yang mendalam ini membuat batas antara aparat dan masyarakat luntur, tergantikan oleh rasa persaudaraan yang erat.
2. Tidak Berjarak: Polisi yang Akrab di Segala Suasana
Hal yang paling membuat masyarakat Denteteladas merasa bangga dan nyaman adalah sifat IPDA Nurkholik yang sama sekali tidak berjarak. Kapolsek ini dikenal sangat luwes dan bersedia berbaur bersama warga dari semua kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, petani, pedagang, hingga warga biasa sekalipun. Baik saat menghadiri acara resmi seperti musyawarah desa, pertemuan warga, maupun dalam keseharian yang santai, sosoknya selalu tampil apa adanya.
Bukan hal yang jarang atau istimewa lagi jika warga melihat Kapolsek duduk lesehan di warung kopi pinggir jalan, minum kopi sambil mengobrol santai dengan warga, atau duduk berjam-jam di pos ronda berdiskusi dengan para pemuda dan petugas keamanan lingkungan. Baginya, warung kopi dan pos ronda adalah kantor kedua yang sangat efektif untuk menyerap informasi dan membangun kedekatan. Sikap sederhana dan mau membaur ini mematahkan stigma lama bahwa polisi itu kaku, menakutkan, atau sulit didekati. Di tangan IPDA Nurkholik, polisi justru terlihat sebagai tetangga sendiri yang ramah dan akrab.
3. Komunikasi Terbuka dan Penuh Kekeluargaan
Dalam setiap interaksi maupun saat menangani permasalahan di tengah masyarakat, IPDA Nurkholik selalu mengedepankan prinsip komunikasi yang terbuka, santun, dan tidak sewenang-wenang. Ia sangat menekankan pendekatan persuasif, pendekatan hati ke hati, serta semangat kekeluargaan dalam menyelesaikan segala persoalan, baik itu sengketa antarwarga, masalah sosial, maupun pelanggaran hukum ringan.
Ia mengajarkan kepada seluruh anggotanya bahwa kekuatan kepolisian tidak terletak pada kekuatan senjata atau kewenangan semata, melainkan pada kekuatan kepercayaan dan rasa hormat yang tumbuh dari komunikasi yang baik. Ia tidak pernah bersikap otoriter atau kasar, melainkan selalu berusaha menjadi penengah yang bijaksana, mendengarkan kedua belah pihak, dan mencari solusi yang paling adil, damai, dan dapat diterima oleh semua pihak. Gaya bicara yang halus namun tegas, serta tutur kata yang sopan membuat setiap orang yang berhadapan dengannya merasa dihargai dan aman.
4. Teladan Positif: Inspirasi Bagi Rekan Sejawat
Karena keberhasilan dan pencapaian luar biasa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat ini, nama IPDA Nurkholik S.H. kini kerap dijadikan rujukan dan teladan positif di lingkungan institusi kepolisian yang lebih luas. Ia kerap kali dilibatkan, diundang, maupun dipanggil untuk membagikan pengalaman, strategi, dan kisah inspiratifnya kepada para perwira polisi lainnya, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Dalam setiap kesempatan berbagi, ia selalu menekankan satu hal utama: bahwa kunci utama agar dicintai dan dipercaya oleh masyarakat adalah ketulusan hati. Menurutnya, masyarakat akan dengan mudah merasakan apakah seorang aparat hadir karena kewajiban jabatan semata atau hadir karena rasa cinta dan tanggung jawab tulus kepada bangsa dan negara. Banyak pemimpin polisi lainnya yang kini meniru langkah dan gaya kepemimpinannya, berusaha menerapkan pola yang sama di wilayah hukum masing-masing, demi menciptakan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.
Sebagai wujud nyata lebih lanjut dari keterbukaan, kemudahan akses, serta komitmen serius untuk menjaga keamanan dan melayani, jajaran Polsek Denteteladas di bawah pimpinan IPDA Nurkholik juga telah secara resmi membuka jalur pelaporan dan layanan yang aktif selama 24 jam penuh tanpa henti. Kebijakan ini dibuat agar masyarakat tidak merasa kesulitan atau terhalang waktu saat ingin berhubungan dengan kepolisian.
Kini, masyarakat Kecamatan Denteteladas dapat segera melaporkan segala kejadian yang mencurigakan, gangguan keamanan dan ketertiban, potensi kejahatan, maupun tindak kejahatan yang sedang atau telah terjadi melalui dua jalur utama yang sangat mudah dijangkau:
1. Melalui layanan darurat nasional terpadu di nomor 110, yang siap menerima panggilan kapan saja.
2. Datang langsung ke kantor Polsek Denteteladas, kapan saja, baik siang maupun malam hari, hari kerja maupun hari libur, tanpa harus menunggu jam pelayanan biasa.
Langkah ini merupakan bukti bahwa di bawah kepemimpinan IPDA Nurkholik, Polsek Denteteladas benar-benar ingin hadir 24 jam sebagai pelindung dan sahabat masyarakat. Tidak ada lagi istilah “libur” dalam hal pelayanan keamanan warga.
Dengan segala kelebihan, keteladanan, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan selama tujuh bulan menjabat ini, IPDA Nurkholik S.H. telah membuktikan bahwa pemimpin yang rendah hati, merakyat, dan dekat dengan rakyat adalah kekuatan terbesar bagi institusi kepolisian. Sosoknya adalah bukti hidup bahwa semakin dekat polisi dengan masyarakat, semakin kokoh pula keamanan dan persatuan yang tercipta. Kehadiran pemimpin seperti inilah yang menjadikan rasa aman warga Denteteladas terpelihara, dan hubungan antara Polri dan rakyat semakin erat bagaikan saudara sendiri.
#KapolsekDenteteladas #IPDANurkholik #PolriPengayom #RendahHatiMerakyat #TeladanPolri #KeamananMasyarakat #TulangbawangLampung #PelayananPublik #PolriMakinDekatDenganRakyat
Penulis : Arjun
Editor : Marfana











