MUSYAWARAH WARGA PASIRANJAYA: RESMI BUKA DONASI UNTUK PERBAIKAN DARURAT JALAN POROS HASAN BULAN

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANGBAWANG, – Mediaintelijen.id – 14 MEI 2026 – Semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kepedulian tinggi warga Desa Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, kembali dibuktikan dalam pertemuan musyawarah warga yang berlangsung hangat, hikmat, dan menghasilkan kesepakatan bulat. Bertempat di Balai Kampung Pasiranjaya, kegiatan ini digelar pada hari Kamis, 14 Mei 2026, tepatnya pukul 09.00 WIB, dan menjadi momen bersejarah karena melahirkan keputusan penting: pembukaan secara resmi penggalangan dana atau open donasi dari masyarakat luas untuk membiayai perbaikan darurat Jalan Poros Hasan Bulan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, rusak parah, berlubang, dan sangat mendesak untuk segera ditangani demi kelancaran aktivitas warga.

Rapat musyawarah ini berlangsung sangat tertib namun tetap santai, penuh rasa persaudaraan. Acara dihadiri oleh unsur pimpinan desa, perangkat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat yang sangat peduli akan nasib dan kelancaran infrastruktur penghubung utama di wilayah desanya. Di antara para tokoh penting yang hadir, memimpin jalannya diskusi, serta memberikan arahan dan dukungan penuh tersebut adalah Bapak Kapolsek Denteteladas, IPDA Nurkholik, S.H., Kepala Kampung Pasiranjaya Bapak Haji Noko, 11 Kepala Dusun (Kadus) se-Desa Pasiranjaya, Wakil Masyarakat sekaligus penggerak utama gerakan ini Bapak Ribut, serta Wakil Camat Denteteladas Bapak Marsono, Bhabinkamtibmas Brigpol Diyan saputra, Kehadiran para pemangku kebijakan dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap jalan vital ini menjadi prioritas utama semua pihak, baik dari sisi keamanan, pemerintahan, maupun masyarakat umum.

Antusiasme warga sangat terasa menyelimuti suasana balai kampung. Tercatat kurang lebih sebanyak 100 orang warga dari berbagai unsur dan lingkungan di Pasiranjaya hadir memenuhi ruangan, bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan, menyampaikan pendapat, mengajukan usulan, serta menyepakati langkah terbaik yang harus diambil demi kenyamanan, keselamatan, dan kepentingan bersama. Dalam suasana demokrasi yang hangat, setiap peserta diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berpendapat, mengemukakan gagasan, serta memberikan saran konstruktif terkait solusi perbaikan jalan yang kini berlubang besar, amblas, dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan tiba.

Setelah melalui diskusi panjang, tukar pendapat yang saling menguatkan, serta pembahasan mendalam mengenai kondisi riil di lapangan dan keterbatasan anggaran yang ada saat ini, akhirnya dicapai kesepakatan bulat tanpa perbedaan pendapat sedikit pun. Warga sepakat dan memutuskan dengan tegas untuk segera membuka penggalangan dana atau donasi umum yang akan diaktifkan secepat mungkin. Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut nyata untuk penanganan darurat, mengingat kerusakan jalan sudah tidak bisa ditunda lagi dan membahayakan pengguna jalan, sementara masyarakat masih harus menunggu proses panjang birokrasi, pencairan, dan penyaluran anggaran resmi dari Pemerintah Kabupaten Tulangbawang yang memerlukan waktu serta prosedur bertahap.

Dalam pemaparan rencana teknis dan penggunaan dana hasil donasi, dijelaskan secara rinci, transparan, dan terbuka bahwa seluruh uang yang terkumpul nantinya akan digunakan murni 100% untuk keperluan teknis pembangunan jalan, tanpa ada potongan biaya administrasi, biaya makan, atau keperluan lain apa pun. Dana tersebut akan dialokasikan khusus untuk pembelian material pokok berupa pasir dan semen, yang menjadi bahan utama pelaksanaan pengecoran jalan darurat. Pekerjaan pengecoran ini akan difokuskan pada titik-titik yang paling rusak parah, amblas dalam, dan menjadi sarang genangan air, agar jalan kembali bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman, nyaman, dan lancar, sekaligus menjamin kelancaran distribusi hasil pertanian warga yang menjadi tumpuan utama ekonomi desa Pasiranjaya.

Salah satu momen paling menyentuh hati dan membuktikan kesungguhan serta keakraban warga terjadi saat sesi penggalangan dana berlangsung dengan suasana akrab layaknya ngobrol santai antar tetangga, bahkan berlanjut sambil ngopi di Warung Kemuning. Di tengah obrolan hangat, canda tawa, namun tetap serius dan penuh tanggung jawab, para tokoh dan warga mulai menyampaikan komitmen sumbangan mereka secara langsung di tempat.

Bapak Ribut selaku wakil masyarakat sekaligus penggerak utama membuka daftar komitmen dengan menyumbang sebesar Rp5.000.000. Tidak kalah semangat dan peduli, pihak kepolisian melalui perwakilan Polsek Denteteladas yang diwakili langsung Kapolsek, berkomitmen menyumbang dana sebesar Rp500.000 ditambah bantuan material pasir dengan jumlah yang akan ditentukan kemudian sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga:  MOMEN LANGKA DI ATAS JEMBATAN! Hujan Guyur Pemancing, Akhirnya Satu Ekor Kakap 1 Kg Terangkat di Bratasena Mandiri

Semangat kepedulian ini pun segera ditularkan kepada yang lain. Bapak Nurohman turut berpartisipasi besar dengan menyumbang Rp1.000.000, Bapak Fajar Kedai kemuning Menyumbang 250.000, Sekdes Bapak Ali Muhammad dengan menyumbang 1.000.000, disusul Lis Sugianto yang ikut berkomitmen menyumbang Rp2.000.000. Bapak Santo pun tak kalah dermawan dan peduli dengan memberikan bantuan senilai Rp2.000.000. Sementara itu, Bapak Andre memberikan sumbangan dana sebesar Rp500.000 sekaligus bantuan berupa material pasir sebanyak satu truk penuh. Komitmen-komitmen besar ini disambut dengan tepuk tangan dan rasa syukur seluruh warga yang hadir, semakin menguatkan keyakinan bahwa jalan ini akan segera tertangani berkat semangat gotong royong.

Kepala Kampung Pasiranjaya, Haji Noko, dalam sambutannya mengapresiasi setinggi-tingginya kepedulian dan kedewasaan warga yang dengan sadar berinisiatif bergerak sendiri demi kepentingan umum. Beliau menegaskan bahwa langkah swadaya ini bukan berarti mengabaikan atau menunggu bantuan pemerintah dikesampingkan, melainkan bentuk upaya saling melengkapi agar masyarakat tidak terus menderita akibat kondisi jalan yang buruk sementara menunggu bantuan resmi.

“Sambil kita berjuang dan terus berkoordinasi menunggu anggaran dari kabupaten turun, kita warga Pasiranjaya tidak bisa diam saja membiarkan jalan rusak. Kita bergerak duluan dengan kemampuan sendiri, dengan gotong royong, dan dengan dukungan donasi dari berbagai pihak. Ini bukti nyata bahwa kita peduli, kita punya rasa memiliki, dan kita mau berkorban demi kemajuan desa kita sendiri,” ujar Haji Noko dengan tegas di hadapan para peserta musyawarah.

Sementara itu, Kapolsek Denteteladas, IPDA Nurkholik, S.H., yang turut mendukung penuh kegiatan ini bahkan ikut menyumbang, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat swadaya masyarakat yang luar biasa ini. Menurutnya, keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat sangat berkaitan erat dengan kelancaran infrastruktur. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat ekonomi dan pergerakan warga, tapi juga bisa memicu risiko kecelakaan dan gangguan keamanan. Pihak kepolisian berkomitmen menjaga keamanan proses pengumpulan dana hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan aman, lancar, dan bebas dari gangguan apa pun.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Camat Denteteladas, Bapak Marsono, yang mewakili Pemerintah Kecamatan. Ia mengaku sangat bangga melihat kekompakan, kedewasaan, dan kepedulian yang tinggi dari warga Pasiranjaya. Menurutnya, tradisi musyawarah dan kesepakatan seperti ini adalah modal utama pembangunan daerah yang harus dijaga dan dilestarikan. Pemerintah Kecamatan berjanji akan segera menyampaikan aspirasi dan kondisi riil ini ke tingkat Kabupaten agar perhatian dan penanganan lanjutan secara permanen bisa segera direalisasikan.

Bapak Ribut, selaku Wakil Masyarakat yang juga menjadi penggerak utama gerakan perbaikan jalan ini, kembali menegaskan komitmen seluruh warga. Ia mengimbau agar penggalangan dana ini dilakukan secara sangat transparan, akuntabel, rinci, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Setiap pemasukan dari siapa pun dan setiap pengeluaran untuk keperluan apa pun akan dicatat secara rinci, dibukukan, dan akan diumumkan kembali secara terbuka kepada masyarakat agar kepercayaan publik tetap terjaga sepenuhnya.

“Dana donasi ini murni kita gunakan untuk beli pasir dan semen saja. Tidak ada potongan biaya lain, tidak ada biaya makan, tidak ada biaya administrasi. Semua untuk jalan. Kita ingin jalan ini cepat keras, cepat mulus, dan bisa dipakai warga dengan aman. Kita berharap selain warga desa, para dermawan, pihak perusahaan, maupun instansi yang peduli di luar sana juga bisa turut andil membantu meringankan beban kita demi kepentingan umum,” ucap Pak Ribut penuh harap.

Kini, keputusan musyawarah telah ditetapkan, komitmen sumbangan sudah mengalir, dan langkah nyata sudah di depan mata. Masyarakat Desa Pasiranjaya kini bersiap untuk bergerak lebih lanjut, menyusun panitia pengelola donasi, merencanakan pembelian material, dan mulai membuka saluran bantuan resmi bagi siapa saja yang ingin berbagi. Semangat gotong royong yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Lampung kembali bersinar terang di Desa Pasiranjaya, membuktikan bahwa dengan bersatu, segala kesulitan bisa diringankan, dan jalan menuju kemajuan serta kesejahteraan akan terbuka lebar bagi seluruh warga.

#MusyawarahWarga #Pasiranjaya #Denteteladas #PerbaikanJalan #JalanPorosHasanBulan #OpenDonasi #SwadayaMasyarakat #Tulangbawang #GotongRoyong #InfrastrukturDesa #KepedulianSosial

Penulis : Marfana

Editor : Arjun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senggolan Joget di Kafe Berakhir Maut, Seorang Prajurit TNI Tewas Ditembak Rekan Sesama Anggota
Oknum Wartawan Bodrex Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang Minta Dana ke Walikota, Diamankan Dan di Selesaikan
ANGGARAN RP72 JUTA UNTUK PENERTIBAN, TERNAK LIAR MASIH BERKELIARAN DI JALUR UMUM INDRALAYA: KEMANA PERAN SATPOL PP OGAN ILIR DAN KASATNYA, ROSITA?
KIAI SAID AQIL: LANGKAH BARESKRIM JADI ALARM BERSIH-BERSIH OKNUM NAKAL DI TUBUH KEPOLISIAN
AKP YBA, Jebolan Akpol 2015, Ditangkap Polda Kaltim Terkait Dugaan Kasus Narkotika
POLDA LAMPUNG LUMPUHKAN DUA PELAKU CURANMOR PENEMBAK POLISI: SATU TEWAS, SATU DIAMANKAN
SOSOK KAPOLSEK DENTETELADAS YANG RENDAH HATI DAN MERAKYAT, TELADAN NYATA KEPOLISIAN YANG DEKAT DENGAN RAKYAT
BABINSA: UJUNG TOMBAK TNI AD DI TINGKAT DESA, PENJAGA KONDUSIVITAS DAN PEMERSATU MASYARAKAT
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:20 WIB

Senggolan Joget di Kafe Berakhir Maut, Seorang Prajurit TNI Tewas Ditembak Rekan Sesama Anggota

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:17 WIB

Oknum Wartawan Bodrex Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang Minta Dana ke Walikota, Diamankan Dan di Selesaikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:05 WIB

ANGGARAN RP72 JUTA UNTUK PENERTIBAN, TERNAK LIAR MASIH BERKELIARAN DI JALUR UMUM INDRALAYA: KEMANA PERAN SATPOL PP OGAN ILIR DAN KASATNYA, ROSITA?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:30 WIB

KIAI SAID AQIL: LANGKAH BARESKRIM JADI ALARM BERSIH-BERSIH OKNUM NAKAL DI TUBUH KEPOLISIAN

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:57 WIB

AKP YBA, Jebolan Akpol 2015, Ditangkap Polda Kaltim Terkait Dugaan Kasus Narkotika

Berita Terbaru