MISTERI SOSOK DI BALIK TENDER TRILIUNAN! Yenna Yuniana, Bos Pemenang Proyek Motor Listrik MBG yang Tak Dikenal Tetangga & Pernah Diperiksa KPK

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mediaintelijen.id – Dunia publik kembali diguncang dengan kisah unik dan penuh tanda tanya seputar pengadaan kendaraan operasional untuk program strategis nasional. Kali ini, sorotan tertuju pada sosok Yenna Yuniana, Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Di balik kesuksesan memenangkan proyek bernilai fantastis ini, ternyata tersimpan sejumlah fakta yang membuat publik semakin penasaran. Mulai dari sosoknya yang terkesan misterius hingga jejak masa lalu yang pernah bersinggungan dengan lembaga antirasuah.

Sosok Misterius: Tinggal di Rumah Mewah, Tapi Tak Dikenal RT

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah profil pribadi Yenna Yuniana yang sangat tertutup. Menurut informasi yang dihimpun dari lingkungan sekitar, meskipun menempati hunian mewah yang juga diduga berfungsi sebagai kantor perusahaan di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sosoknya justru jarang terlihat oleh warga sekitar.

Bahkan, Ketua RT setempat pun mengaku tidak pernah berinteraksi langsung atau mengenal wajah pemilik perusahaan raksasa ini. Seluruh komunikasi dan urusan yang berhubungan dengan lingkungan biasanya dilakukan melalui perantara atau staf pegawai yang bekerja untuknya.

Kehidupan yang sangat tertutup ini semakin memperkuat kesan bahwa Yenna Yuniana adalah sosok yang lebih memilih berada di balik layar, jauh dari sorotan publik meskipun perusahaannya menangani proyek-proyek berskala nasional.

Pernah Bersinggungan dengan Hukum: Diperiksa KPK sebagai Saksi

Tidak hanya soal privasi, nama Yenna Yuniana juga pernah mencuat dalam catatan hukum. Tercatat pada November 2025, ia pernah dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras tahun 2020 yang juga melibatkan nama besar, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Meskipun saat itu statusnya hanya sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka, fakta bahwa namanya pernah masuk dalam daftar pemeriksaan lembaga antirasuah tentu menjadi catatan penting yang kini kembali disorot publik mengingat posisinya sebagai pemenang tender negara bernilai besar.

Jejak Perusahaan: Komisaris Utama Juga Pernah Diperiksa

Ternyata, bukan hanya Yenna Yuniana yang memiliki catatan dengan KPK. Perusahaannya, PT Yasa Artha Trimanunggal, juga memiliki jejak yang sama.

Komisaris Utama perusahaan ini, yang berinisial AM, juga pernah diperiksa oleh KPK pada Oktober 2025 dalam kasus yang sama, yaitu terkait dugaan korupsi dalam pengangkutan dan penyaluran bansos di Kementerian Sosial tahun 2020.

Ditemukannya benang merah bahwa pemilik dan pengurus perusahaan ini pernah berada dalam radar penyelidikan korupsi, membuat publik semakin mempertanyakan transparansi dan kelayakan perusahaan ini dalam menangani proyek strategis negara yang menyentuh anggaran triliunan rupiah.

Baca Juga:  SATGAS PRR GENJOT PENYALURAN BANTUAN: Rp483 Miliar Tersalur, 60 Ribu Jiwa Tertolong, Penyintas Semakin Berdaya

Proyek Raksasa: Motor Listrik Emmo JVX GT Senilai Triliunan

Lantas, proyek apa sebenarnya yang dimenangkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal ini?

Perusahaan ini ditunjuk sebagai pemasok motor listrik jenis trail bermerek Emmo JVX GT yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional oleh para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Berikut adalah detail penting mengenai proyek ini:

Spesifikasi Motor Emmo JVX GT

Motor yang dipilih memiliki desain tangguh bergaya adventure atau trail, yang diklaim cocok untuk medan sulit dan wilayah terpencil.

– Tenaga: Hingga 7.000 Watt
– Kecepatan Maksimal: 80 km/jam
– Jarak Tempuh: Sekitar 70 km sekali isi daya
– Waktu Pengisian: Fast charging 30%-80% hanya dalam 1 jam
– Harga Satuan: Sekitar Rp 49,95 Juta (belum termasuk biaya legalitas jalan raya)
– TKDN: Tingkat Komponen Dalam Negeri mencapai 48,5%

Total Nilai Kontrak

Total nilai pengadaan ini sangat fantastis. Berdasarkan berbagai sumber, nilai kontrak diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,2 Triliun hingga Rp 2,4 Triliun untuk total sekitar 25.644 unit motor yang akan didistribusikan.

Hingga saat ini, realisasi pengadaan baru mencapai sekitar 21.801 unit dan kendaraan tersebut dikabarkan belum dibagikan secara resmi kepada pengguna di lapangan.

Merespons polemik yang berkembang dan berbagai pertanyaan dari masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memberikan pernyataan resmi. Lembaga antirasuah ini menegaskan bahwa mereka memberikan perhatian khusus dan sedang melakukan kajian mendalam terhadap proses pengadaan ini.

KPK menilai bahwa proyek dengan nilai besar seperti ini memiliki potensi kerawanan yang tinggi di setiap tahapannya, mulai dari perencanaan, penentuan spesifikasi, penetapan harga, hingga proses pemilihan vendor.

“Kami sedang mengkaji secara mendalam. Apakah analisis kebutuhannya sudah tepat? Apakah spesifikasi motor ini memang paling sesuai dengan kondisi di lapangan? Itu yang kami cek,” ungkap Jubir KPK, Budi Prasetyo.

KPK juga menegaskan akan memberikan rekomendasi perbaikan jika ditemukan celah atau ketidaksesuaian dalam proses pengadaan tersebut, demi memastikan anggaran negara digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Kasus ini kembali memicu perdebatan di masyarakat. Banyak yang bertanya:

– Mengapa harus memilih motor trail listrik dengan harga hampir Rp 50 juta per unit untuk keperluan distribusi makanan?
– Bagaimana proses seleksi tender bisa dimenangkan oleh perusahaan yang pengurusnya pernah diperiksa KPK?
– Apakah ada kepentingan lain di balik pemilihan vendor dan jenis kendaraan ini?

Hingga saat ini, berbagai pihak masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional dan aparat penegak hukum terkait transparansi dan legalitas proyek bernilai triliunan rupiah ini.

Mata publik kini terus tertuju pada bagaimana kasus ini akan berkembang, dan apakah kehadiran KPK mampu menjawab semua keraguan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SDN SUKAJADI 01 SUKAKARYA DIBOBOL MALING, 39 UNIT LAPTOP BUAT UJIAN LENYAP RATA!
Brimob Batalyon D Pelopor Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS LAMPUNG BARAT DAPAT KRITIK, DAGING SAPI YANG DIHIDANGKAN DIKELUHKAN SEPERTI KARET
NAIK TAHAP PENYIDIKAN! VIDEO ASUSILA PASANGAN BANDAR TERINDIKASI DIPERDAGANGKAN SECARA KOMERSIAL
SIKAP TEGAS POLSEK DENTE TELADAS: GELAR STRONG POINT SORE, AMANAH JAGA KEAMANAN, SITUASI WILAYAH KONDUSIF SEPENUHNYA
Mengusung Konsep Pelayanan Inklusif, Perjalanan Menuju Tanah Suci Dimulai dengan Penuh Haru dan Doa
Jembatan Merah Putih Presisi Polri Resmi Hubungkan Dua Kampung di Cikarang Timur
Polsek Cikarang Timur Gelar Operasi Kejahatan Jalanan, Situasi Aman dan Kondusif
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 04:00 WIB

SDN SUKAJADI 01 SUKAKARYA DIBOBOL MALING, 39 UNIT LAPTOP BUAT UJIAN LENYAP RATA!

Selasa, 28 April 2026 - 02:23 WIB

Brimob Batalyon D Pelopor Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS LAMPUNG BARAT DAPAT KRITIK, DAGING SAPI YANG DIHIDANGKAN DIKELUHKAN SEPERTI KARET

Jumat, 24 April 2026 - 11:26 WIB

NAIK TAHAP PENYIDIKAN! VIDEO ASUSILA PASANGAN BANDAR TERINDIKASI DIPERDAGANGKAN SECARA KOMERSIAL

Jumat, 24 April 2026 - 04:25 WIB

SIKAP TEGAS POLSEK DENTE TELADAS: GELAR STRONG POINT SORE, AMANAH JAGA KEAMANAN, SITUASI WILAYAH KONDUSIF SEPENUHNYA

Berita Terbaru