TULANG BAWANG, MEDIAINTELIJEN.ID – Pondok Pesantren Tri Bhakti Pasir Syafaat kembali menggelar acara penuh berkah dan semangat silaturahmi melalui kegiatan Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung meriah pada Rabu, 26 Agustus 2026. Sebanyak kurang lebih 150 pengunjung terdiri dari santri, wali santri, dan masyarakat sekitar memadati halaman pesantren untuk menyambut penceramah istimewa, sekaligus memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.
Penceramah utama dalam kegiatan ini adalah Gus Alif Muzakky MS, S.Pd.I., yang merupakan Rektor Universitas IAIDA Darusalam Blok Agung, Banyuwangi, Universitas muktar syafaat, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Putra-Putri Pasir Syafaat. Kehadiran beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi para jamaah yang hadir untuk mendengarkan ilmu dan nasihatnya.
Kehadiran Tokoh dan Pemerintah Kampung Tingkatkan Kegiatan Spiritual
Suasana acara semakin terasa istimewa dengan kehadiran Ustadz Agus Almaghfur beserta seluruh staf dan jajaran pemerintahan Kampung Pasiran Jaya yang turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan spiritual ini. Dalam sambutannya, Kepala Kampung Pasiran Jaya diwakili oleh Bapak Ely Iswanto, yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pesantren dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.
“Pesantren ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan benteng bagi anak-anak kita untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi nusa serta bangsa,” ujar Bapak Ely Iswanto mewakili Kepala Kampung.
Tema: Membangun Peradaban Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Dalam ceramahnya, Ustadz Agus Almaghfur mengangkat tema yang sangat relevan, yaitu “Membangun Peradaban Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin melalui Ukhuwah dan Ilmu”. Beliau mengingatkan seluruh jamaah akan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, terlebih lagi di momentum pasca peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Persatuan dan persaudaraan, menurut beliau, adalah fondasi utama untuk membangun bangsa dan umat yang maju dan sejahtera.
Ustadz Agus Almaghfur juga menekankan peran pesantren sebagai benteng moral dan spiritual umat di tengah derasnya arus era digital. “Pesantren tidak boleh tertinggal, namun juga tidak boleh kehilangan jati dirinya. Di tengah kemajuan teknologi, pesantren harus tetap menjadi tempat yang melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati para santri: “Santri hari ini adalah pemimpin esok hari. Maka tugas kita bukan hanya menuntut ilmu, tapi juga menebar kasih sayang, menjaga akhlak, dan membangun peradaban dari dalam pesantren.”
Dihiasi Shalawat, Hadrah, dan Suasana Saling Memaafkan
Acara ini juga diwarnai dengan pembacaan shalawat Nabi yang merdu, persembahan hadrah dari para santri, serta kegiatan dzikir manaqib akbar dan pembacaan maulid Nabi yang berlangsung penuh kekhusyukan. Di sela-sela acara, tercipta suasana ramah tamah yang hangat antar tokoh masyarakat, wali santri, dan para tamu undangan. Acara ini pun menjadi momentum saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat Pasiran Jaya dan sekitarnya.
Pesantren Tri Bhakti Pasir Syafaat: Pusat Pendidikan dan Dakwah yang Inklusif
Dengan suksesnya pelaksanaan acara ini, Pondok Pesantren Tri Bhakti Pasir Syafaat kembali menegaskan eksistensinya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan peradaban Islam yang aktif, terbuka, dan inklusif di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pesantren berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu syariat, tetapi juga ilmu pengetahuan umum, sehingga mampu bersaing sekaligus menjadi penyeimbang moral di tengah masyarakat.
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga Pasiran Jaya dan menjadi langkah awal untuk semakin memperkokoh persatuan serta kemajuan bersama di wilayah Kecamatan Dente Teladas pada umumnya.
Penulis : Arfan
Editor : Jepri











