Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo Terungkap, Cemburu Jadi Penggerak Kejam: Suami Sembunyikan Jenazah Istri di Saluran Drainase

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAWA TIMUR – Mediaintelijen.id – Warga di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dikejutkan dan digegerkan oleh sebuah peristiwa kriminal yang sangat memilukan sekaligus mengerikan. Sebuah kasus pembunuhan dalam rumah tangga terjadi dan terungkap ke permukaan setelah ditemukannya jasad seorang tenaga kesehatan, yang berprofesi sebagai bidan, tergeletak tak bernyawa di dalam saluran air atau drainase di wilayah Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, pada hari Sabtu malam, tanggal 6 Juni 2026.

Korban yang mengalami akhir hayat yang sungguh nahas dan menyedihkan tersebut diketahui bernama lengkap Murtafia Rafika Dewi (34 tahun), seorang wanita yang penuh pengabdian dan berdedikasi tinggi dalam dunia kesehatan, yang sehari‑harinya bertugas dan mengabdi sebagai bidan di Rumah Sakit Umum (RSU) Besuki. Di tengah kesibukannya membantu melahirkan harapan‑harapan baru bagi banyak keluarga, nyawa beliau justru direnggut dengan cara yang sangat kejam dan tidak manusiawi oleh orang yang seharusnya menjadi pelindung dan pendamping setianya hingga akhir hayat, yaitu suami kandungnya sendiri.

Kasus yang mengguncang ketenangan masyarakat ini akhirnya terkuat dan terbuka ke permukaan, setelah pelaku yang tidak lain adalah suami dari almarhumah, menyadari beratnya dosa dan perbuatannya, kemudian memutuskan untuk datang menyerahkan diri secara sukarela ke pihak kepolisian. Langkah pelaku untuk menyerahkan diri inilah yang kemudian menjadi kunci utama pembongkaran kasus gelap ini dan mengantarkan aparat penegak hukum serta masyarakat mengetahui di mana jasad korban disembunyikan dengan licik.

Awal mula penemuan jenazah yang mengenaskan ini bermula dari pengakuan jujur pelaku saat ia menyerahkan diri ke pihak Polda Jawa Timur, tak lama setelah melancarkan aksinya yang penuh kejahatan itu. Berdasarkan keterangan‑keterangan rinci yang diberikan oleh pelaku mengenai tempat pembuangan korban, pihak kepolisian segera bergerak cepat dan melakukan langkah‑langkah penyelidikan serta pencarian yang terarah di lokasi‑lokasi yang telah disebutkan.

Berdasarkan petunjuk tersebut, tim kepolisian yang diterjunkan akhirnya menemukan keberadaan jasad korban tepat di dalam saluran drainase yang berada di tepi Jalan Raya Pantura Situbondo, sebuah jalan lintas provinsi yang cukup ramai dilalui kendaraan setiap harinya. Keadaan jasad saat ditemukan terlihat sangat mengenaskan, dan diduga kuat pelaku telah berupaya sekuat tenaga untuk menyembunyikan jejak kejahatannya tersebut dengan cara menutupi tubuh korban menggunakan potongan‑potongan batang pohon dan ranting‑ranting kayu, dengan harapan agar tidak terlihat oleh orang yang lewat serta dapat mengelabui dan menghilangkan jejak dari pengetahuan warga sekitar maupun aparat kepolisian. Namun, niat jahat tersebut akhirnya terbantahkan oleh pengakuan pelaku sendiri.

Baca Juga:  Polsek Cikarang Pusat Gelar Apel Gabungan 65 Personel, Gelar Operasi OKJ & KRYD

Lokasi pembuangan yang terletak tepat di pinggir jalan utama yang sangat strategis dan padat lalu lintas ini membuat kabar tragis ini dengan cepat menyebar luas dan langsung menyedot perhatian serta memancing rasa penasaran sekaligus kemarahan masyarakat luas di sekitar wilayah Situbondo maupun daerah penyangganya. Banyak warga yang merasa terkejut sekaligus ngeri membayangkan bahwa di tempat yang sering mereka lewati tersebut tersimpan sebuah peristiwa kejahatan yang begitu kejam.

Mengenai peristiwa ini, Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya penemuan jasad tersebut sekaligus membenarkan kronologi peristiwa yang terjadi. Pihaknya mengaku langsung melakukan langkah‑langkah penelusuran yang cermat dan akurat begitu saja menerima informasi serta petunjuk koordinat lokasi dari pihak Polda Jawa Timur terkait pengakuan pelaku yang telah menyerahkan diri tersebut.

“Setelah kita telusuri dan cek kebenarannya di lapangan, ternyata memang ditemukan mayat korban itu di lokasi yang disebutkan,” ungkap Teguh dengan tegas dan lugas saat memberikan keterangan pers.

Dari hasil pengumpulan keterangan sementara dan penelusuran mendalam yang berhasil dihimpun oleh tim penyidik di lokasi kejadian maupun dari berbagai keterangan saksi, kini mulai terungkap apa yang sesungguhnya menjadi akar masalah dan penyebab utama pelaku tega membunuh istrinya sendiri.

Motif pembunuhan yang dilakukan oleh sang suami tersebut diduga kuat dipicu oleh masalah asmara atau persoalan kecemburuan. Berdasarkan informasi yang berkembang dan diperoleh sementara di tengah masyarakat, dugaan yang paling kuat mengarah pada rasa cemburu buta yang melanda hati pelaku. Diduga, rasa curiga dan kecemburuan yang mendalam terhadap istrinya memuncak dan tidak dapat dikendalikan lagi oleh pelaku, sehingga memicu emosi yang meledak‑ledak dan berujung pada tindakan nekat menghabisi nyawa orang yang dicintainya dengan cara yang sangat kejam dan tidak manusiawi tersebut.

Saat ini, kasus pembunuhan yang menyedihkan dan memilukan ini masih terus ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian guna mengungkap seluruh fakta yang sebenarnya, menelusuri kronologi kejadian secara utuh, serta mengamankan barang bukti yang diperlukan agar pelaku dapat diproses secara hukum yang berlaku dan pertanggungjawaban atas perbuatannya dapat ditegakkan seberat‑beratnya. Masyarakat pun berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa mengendalikan emosi dan menyelesaikan setiap masalah rumah tangga dengan kepala dingin serta jalan musyawarah, bukan dengan kekerasan apalagi sampai merenggut nyawa sesama manusia.

Penulis : Arjun

Editor : Marfana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membentuk Influencer Lokal di Wilayah Denteteladas: Memperkuat Suara dan Potensi Daerah 
Kapolsek Denteteladas Ajak Warga Bersatu Gotong Royong Perbaikan Jalan: “Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Jika Bersatu”
PEMBEGALAN TUKANG TEMPE DI JALAN CILANGKARA, WARGA DESAK PEMASANGAN LAMPU PENERANGAN
Bantuan Alat Berat Pemkab Tulangbawang Tiba di Umbul 7: Langkah Strategis Persiapan Pengerasan Jalan
Pesan Luar Biasa Bupati Tulangbawang: Satukan Hati dan Tenaga, Usaha Kecil Yang Tulus Akan Melahirkan Hasil Besar
Perjuangan Luar Biasa: Menerobos Lumpur dan Rintangan Demi Jalan Yang Indah
SEMANGAT GOTONG ROYONG TETAP MENYALA: WARGA HASAN BULAN DAN PASIRANJAYA SATUKAN TENAGA PERKUAT JALAN POROS DENGAN DANA DONASI MASYARAKAT
Terwujudnya Impian Bersama: Berkat Gagasan Kapolsek dan Semangat Gotong Royong, Jalan Poros Hasan Bulan-Pendowo Siap Diperindah Dengan Hotmix
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Membentuk Influencer Lokal di Wilayah Denteteladas: Memperkuat Suara dan Potensi Daerah 

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:50 WIB

Kapolsek Denteteladas Ajak Warga Bersatu Gotong Royong Perbaikan Jalan: “Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Jika Bersatu”

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:34 WIB

PEMBEGALAN TUKANG TEMPE DI JALAN CILANGKARA, WARGA DESAK PEMASANGAN LAMPU PENERANGAN

Senin, 8 Juni 2026 - 03:09 WIB

Bantuan Alat Berat Pemkab Tulangbawang Tiba di Umbul 7: Langkah Strategis Persiapan Pengerasan Jalan

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:43 WIB

Pesan Luar Biasa Bupati Tulangbawang: Satukan Hati dan Tenaga, Usaha Kecil Yang Tulus Akan Melahirkan Hasil Besar

Berita Terbaru