GELAR PERTEMUAN KEKELUARGAAN, KAPOLSEK DENTETELADAS AJAK MASYARAKAT SATU PADU BANGUN DAN JAGA WILAYAH: JALAN KITA, UNTUK KITA DAN GENERASI KITA

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang – Mediaintelijen.id – Suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan yang digelar di wilayah Kecamatan Denteteladas. Hadir dalam kesempatan tersebut para pemangku kepentingan wilayah, mulai dari perwakilan Camat, Kepala Kampung Sungai Nibung, Kepala Kampung Pasiranjaya, serta Kepala Kampung Kekatung beserta seluruh jajaran. Turut hadir pula para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para sesepuh dan tetua adat yang berasal dari empat wilayah utama, yaitu Pendowo, Pasiranjaya, Sungai Nibung, dan Kekatung. Acara ini sengaja disusun dalam suasana santai dan tidak bersifat resmi, layaknya pertemuan antara anak dan orang tua, guna mempererat tali persaudaraan dan menyatukan tekad membangun daerah.

Dalam sambutannya yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh hati, Kapolsek Denteteladas, IPDA Nurkholik, S.H., membuka pembicaraan dengan penuh kerendahan hati. Ia mengaku bukanlah orang yang pandai berkata-kata banyak, namun maksud kedatangannya malam ini sangatlah tulus dan mendesak.

“Perkenalkan, mungkin kehadiran saya di sini sudah berjalan kurang lebih tujuh bulan. Nama saya Nurkholik, sarjana hukum, pindahan dari tugas sebelumnya sebagai Kapolsek di Bumi Ratu Nuban, Polres Lampung Tengah. Alhamdulillah, selama tujuh bulan ini saya dipercaya menjabat di Denteteladas. Segala kemudahan dan rezeki yang tak terduga ini, semuanya adalah kehendak Allah Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya memulai pembicaraan.

Ia menjelaskan alasan di balik pertemuan mendadak yang digelarnya ini. Menurutnya, sangatlah penting untuk mengumpulkan para orang tua dan sesepuh wilayah agar kita dapat bersatu padu, bersatu suara, saling berjabat tangan, dan terus menumbuhkan rasa memiliki serta kebersamaan yang erat.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kabar gembira sekaligus permohonan doa. Ada seekor kambing yang dihadiahkan oleh Saudara Rizki, anak dari Bapak Haji Istamar, yang kini disembelih dan diniatkan khusus untuk keselamatan alat berat yang saat ini sedang bekerja di wilayah tersebut. Kedatangan alat berat ini sendiri merupakan sebuah anugerah yang tak terduga.

“Alhamdulillah, ada tiga unit alat berat jenis Vibro baru yang datang ke sini. Tadi di perjalanan sempat ada kendala dan tertahan di pos portal, dua di antaranya masih di sana, satu sudah saya turunkan di Sungai Nibung, dan satu lagi insya Allah nanti akan turun di sini,” jelasnya.

Ia menyadari betul beratnya tanggung jawab yang dipikulnya. “Kalau saya sendirian membagi tugas di wilayah yang terdiri dari 2 Kecamatan dan 23 Kampung ini, mungkin lama-kelamaan saya bisa kurus kering. Makanya saya segera mengumpulkan para pengusaha dan bapak ibu sekalian yang mengais rezeki di sini. Ini adalah satu keberuntungan yang luar biasa besar bagi kita semua,” tambahnya.

Keprihatinan mendalam dirasakannya saat melihat kondisi jalan yang rusak parah sebelumnya. Ia mengaku sudah tak betah melihat jalan berlubang yang sudah berbulan-bulan tak tersentuh perbaikan.

“Saya rasakan jalan berlubang itu, cuma enam bulan saja saya sudah tidak betah tinggal dinas di sini. Hati saya terpanggil melihat anak sekolah, ibu-ibu yang melintas, bapak-bapak petani, dan para pekerja yang kesulitan. Tiap malam saya berdoa, memohon kepada Allah semoga ada perubahan sedikit saja. Dan inilah hasilnya, mungkin atas doa kita bersama,” ungkapnya dengan nada haru.

Ketika bertemu dengan Wakil Bupati, ia hanya menyampaikan satu pesan tegas: “Tindak lanjuti dan kerjakan secepat mungkin.” Upaya dan kerja kerasnya ternyata menyita perhatian tingkat pusat.

“Video-video kegiatan yang saya buat itu sampai ditampilkan di Kementerian dan dilihat oleh pejabat di sana, sampai bertanya ‘siapa Kapolsek ini?’. Saya berasal dari orang yang tidak punya, jadi saya sangat mengerti bagaimana rasanya hidup dalam kesusahan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir dan tidak lagi bersikap acuh tak acuh. Ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membantu kelancaran perbaikan jalan ini.

“Mari kita satu padu, jangan cuek. Ayo kita sama-sama gotong royong. Alhamdulillah, dari alat berat yang sederhana dulu, sekarang sudah ada tambahan alat berat jenis baru seperti Excavator, Hyundai, sampai Vibro yang baru ini turun ke jalan,” ucapnya bersemangat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyumbangkan dana seikhlasnya, tidak melihat besar kecilnya nominal, melainkan melihat ketulusan dan pengorbanan di balik sumbangan tersebut.

“Sampaikan ke masyarakat, baik yang punya kebun, usaha, bahkan usaha kecil sekalipun. Misalnya jualan gorengan menyumbang Rp5.000, tidak apa-apa. Rp5.000 dikali seribu orang, sudah berapa nilainya? Jangan dilihat kecilnya, tapi lihatlah pengorbanannya,” ajaknya.

Ia memberikan gambaran nyata dengan kebiasaan pribadinya untuk membuka wawasan. “Saya sehari merokok itu kurang lebih dua bungkus, nilainya sekitar Rp70.000 sehari. Jika dihitung dalam sebulan sekitar Rp2,1 juta. Bayangkan, wilayah Pendowo dan Sungai Nibung saja jumlah penduduknya kurang lebih 40.000 jiwa. Jika masing-masing menyisihkan sedikit saja, pasti perubahannya akan sangat luar biasa besar.”

Menghadapi Tekanan dan Mengajak Pemeliharaan Bersama

Dalam pembicaraan yang lebih mendalam, ia mengungkapkan bahwa tekanan datang dari berbagai arah, termasuk dari instansi terkait pembangunan.

“Dinas PUPR meminta pertanggungjawaban kepada saya. Saya ini hanya seorang perwira menengah berpangkat IPDA, Pak. Gampang sekali bagi mereka untuk mencopot jabatan saya. Namun, ingatlah, kalau masyarakat semua bersatu mendukung saya, apalagi lewat doa, insya Allah tidak ada yang tidak mungkin, kan begitu Pak?” ujarnya dengan keyakinan penuh.

Ia memohon dukungan penuh kepada para sesepuh dan pemimpin yang mendapat amanah dari masyarakat untuk bekerja sama memaksimalkan kerja alat berat yang ada saat ini. Menurutnya, waktu pengerjaan mungkin tidak lama, namun jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, hasilnya akan awet dan kerusakan serupa tidak akan terulang lagi.

Pesan paling mendasar dan penting yang ia sampaikan adalah tentang pemeliharaan ke depannya dengan prinsip swadaya dan donasi terbuka. Ia mengibaratkan kerusakan jalan layaknya penyakit yang mematikan jika diabaikan.

“Saya berpesan, jangan biarkan satu lubang saja. Jika satu lubang dibiarkan, lama-lama akan menjadi sepuluh. Sepuluh lubang dibiarkan, menjadi seratus. Seratus dibiarkan, akhirnya menjadi seribu lubang. Akibatnya apa? Sama seperti penyakit diabetes melitus, susah sekali disembuhkan dan butuh biaya yang luar biasa mahal untuk pengobatannya,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menerima segala proses dan perbedaan pendapat dengan lapang dada. “Kalau ada yang kurang pas dari warga kita, mungkin adik atau keluarga kita, tidak apa-apa. Itu memang pola hidup yang harus kita hadapi. Yang mendukung mari kita maju, yang belum setuju tidak usah dijadikan beban pikiran atau ganjalan hati. Yuk kita terus bergerak maju!” ajaknya.

Baca Juga:  SIKAP TEGAS POLSEK DENTE TELADAS: GELAR STRONG POINT SORE, AMANAH JAGA KEAMANAN, SITUASI WILAYAH KONDUSIF SEPENUHNYA

Menanggapi sindiran yang sempat ia terima, di mana ada pihak yang menganggap sumbangannya terlalu sedikit, Kapolsek menjelaskan dengan logika yang sederhana namun masuk akal.

“Saya sempat disindir Pak ‘Ribut’, katanya: ‘Kapolsek kok nyumbang cuma 500 ribu?’ Padahal, saya ini memimpin 23 Kampung. Kalau saya nyumbang Rp500.000 ke masing-masing kampung, berapa biaya yang harus saya keluarkan? Beliau hanya melihat di satu titik, padahal tanggung jawab saya luas. Tapi karena memang namanya Pak Ribut, ya memang hobi mengajak ribut terus sama saya,” candanya sambil tertawa, menunjukkan ia tidak memendam rasa dendam sedikit pun.

“Saya diam saja, karena saya terjun ke sini murni karena Allah Ta’ala. Buktinya, Tuhan itu Maha Kuasa, rezeki pasti ada saja. Yakin saja, hidup ini ada Yang Menghidupi. Penjahat saja masih dikasih rezeki, maling saja masih dikasih kesempatan, apalagi kita yang berbuat kebaikan,” tambahnya penuh keyakinan.

Ia juga mengaku, jika proses pembangunan dan pengabdian ini berjalan terlalu berat dan lama, tenaganya mungkin tidak akan kuat bertahan meski ia berniat mengabdi hingga 5 tahun.

“Jujur saja, saya ini tidak biasa berpolitik, orangnya apa adanya dan jujur. Dulu kalau tidak ada pihak yang berani berkorban, saya dan keluarga bahkan sudah berniat menyiapkan dana hingga Rp100.000.000 untuk mengerahkan alat berat ini. Tapi di sini banyak orang mampu, kebunnya luas, tinggal bagaimana kesadaran kita saja,” ungkapnya.

Kapolsek kembali mengingatkan filosofi pembangunan ini agar terus dipegang teguh oleh seluruh warga. “Pengertian terbuka, artinya jalan ini berasal dari kita, dikerjakan oleh kita, untuk kita, untuk orang tua kita, dan untuk generasi penerus kita kelak.”

Arahan Teknis dan Semangat Baru

Dalam pertemuan itu, ia juga memberikan arahan teknis yang sangat rinci mengenai jadwal dan lokasi pengerjaan pekerjaan. Ia memanggil operator alat berat untuk memastikan jadwal kerja berjalan lancar. Karena kebetulan besok dini hari ia harus berangkat ke Pagelaran untuk mengurus izin usaha, ia menitipkan instruksi kepada para pemimpin wilayah.

“Pak Lurah, tolong selesaikan dulu pengerjaan di Kanal Buntu karena itu sudah dicek tim teknis dari PUPR. Alat berat jenis ‘Bego’ nanti ke sana dulu pada hari Senin. Untuk hari Minggu ini kita maksimalkan pengerjaan di wilayah sekitar. Hari Senin lanjut ke Kanal Buntu, kemudian alat ‘Gleder’ bergerak dari wilayah Pendowo sampai ke ujung Dermaga Hasan dan Bulan, itu tanggung jawab Pak Ribut dan Pak Nur,” perintahnya dengan jelas dan tegas.

Terakhir, ia meminta agar malam ini juga segera ditentukan siapa yang akan menjadi ketua pelaksana untuk urusan donasi terbuka dan swadaya di wilayah Pendowo. Ia juga memastikan dukungan aparat pendamping selalu ada di tengah masyarakat.

“Bang Prio mungkin belum datang, coba dihubungi Danramil kami. Pak Danramil sudah menghubungi Bang Hasin. Ingat, kami semua ini adalah pengawal perubahan dan kemajuan di sini,” pungkasnya menegaskan komitmen aparat bersama rakyat.

Yakin Pendowo Bisa, Ingin Buktikan Waktu Tempuh Hanya 10 Menit

Di sesi pembicaraan selanjutnya, semangat dan keyakinan tinggi kembali disampaikan Kapolsek. Ia sangat yakin bahwa wilayah Pendowo memiliki kekuatan dan kemauan yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Saya rasa Pendowo bisa, Pak! Ya, Pendowo pasti bisa,” ujarnya tegas penuh optimisme. Ia memberikan contoh kesadaran warga yang mulai tumbuh, seperti yang terjadi pada salah satu pelaku usaha sayur yang ditegur karena membuang sampah sembarangan.

“Kemarin ada yang usaha sayur, saya tegur: ‘Jangan buang sampah di situ, ya. Sampah itu dibuang di tempat pembuangannya’. Mari Pak, gerakkan lagi Bapak Lurah, Kepala Kampung, sampai ketua RT sekalian. Ayo kita bergotong royong menjaga kebersihan. Kalau dibiarkan lama-lama, nanti jadi kumuh lagi. Kita tidak cukup hanya menegur, tapi kita ajak dan kita terjun langsung bersama-sama ke lapangan,” ajaknya.

Terkait jadwal pengerjaan perbaikan jalan secara keseluruhan, Kapolsek sudah menyusun rencana yang sangat ambisius namun realistis. Setelah hari Senin nanti, pengerjaan akan dimaksimalkan selama satu minggu penuh hingga menjangkau wilayah Hasan Bulan. Setelah bagian itu selesai dikerjakan, pekerjaan akan dilanjutkan dari titik tersebut hingga mencapai batas Kilometer 70 (KM 70).

Ada satu hal besar yang sangat ingin dibuktikan oleh Kapolsek Nurkholik kepada masyarakat maupun pihak luar.

“Saya ingin membuktikan, benar tidak sih cerita orang yang mengatakan bahwa jarak dari Polsek sampai ke KM 70 itu hanya butuh waktu sepuluh menit perjalanan? Nanti kita buktikan bersama kenyataannya,” katanya bersemangat.

Namun, ia juga menyoroti satu permasalahan baru yang mulai terlihat di lapangan, yaitu perilaku pengendara. Tadi siang ia melihat kendaraan melaju dengan sangat kencang di jalan yang baru saja diperbaiki dan sudah memadat.

“Tadi siang saya lihat ada kendaraan ngebut tidak karuan, meluncur seolah terbang. Ini sedang mengetes kekuatan jalan apa mengetes kesabaran kita, saya juga jadi bingung. Belum tahu nanti solusinya apa, Pak Lurah Jupri. Apa kita pasang ‘polisi tidur’? Tapi rasanya kurang pas juga kalau dibuatkan polisi tidur, malah menyusahkan dan menghambat lagi arus lalu lintas,” ungkapnya sembari berharap agar pengendara memiliki prasangka baik dan kesadaran diri untuk tidak ugal-ugalan.

Ia kembali memohon dukungan doa, khususnya dari para tokoh agama yang hadir di sana.

“Pak Ustad, saya sengaja tidak mengadakan acara-acara lain yang bersifat sakral. Saya hanya memohon doa Bapak dan hadirin sekalian, semoga ketiga alat berat ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat luar biasa bagi masyarakat kita.”

Ia juga sangat mengapresiasi kerja keras para pemimpin wilayah di lapangan, khususnya di wilayah Hasan Bulan dan Pasiranjaya. Ia melihat sendiri bagaimana Pak Ribut, Pak Nur, dan Pak Sunoko ikut turun tangan menyiramkan pasir ke jalan agar tidak becek dan berlumpur.

“Kasihan sekali saya melihat anak sekolah kalau jalan itu penuh lumpur dan berlubang. Alhamdulillah, Pak Ribut, Pak Nur, Pak Sunoko ikut turun tangan. Masyarakat pun senang sekali melihat kinerja Lurah Pasiranjaya. Saya acungi jempol, ternyata beliau hebat dan pintar mengatur strategi hingga bisa mendatangkan alat berat jenis ‘Bego’ itu,” pujinya tulus.

Terakhir, ia meminta bantuan agar proses perizinan dan operasional tetap berjalan mulus, mengingat operator alat berat tersebut bekerja sangat keras bahkan harus begadang setiap malam demi menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik agar segera dapat dinikmati masyarakat luas.

Penulis : Arjun

Editor : Marfana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediaintelijen.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAPORAN PENGELOLA DANA SWADAYA PERBAIKAN JALAN: TERKUMPUL RP 64 JUTA LEBIH, TRANSPARAN DIPUBLIKASIKAN LEWAT GRUP WHATSAPP
Tekan Kejahatan Jalanan, Polsek Denteteladas Gelar Operasi Pengamanan, Amankan Motor Tanpa Surat
TRAGEDI BERDARAH DI KAWASAN WISATA BAKAUHENI: REMAJA ANGGOTA PSHT TEWAS DITUSUK TEMAN SENDIRI, BERAWAL DARI PERSOALAN SEPELE KARTU SELULER
WANITA ASAL MUARA ENIM DIAMANKAN POLISI, GELAPKAN UANG RP 60 JUTA DENGAN MODUS TAWARAN KERJA
DUGAAN KETERLIBATAN TIGA ANGGOTA POLSEK MANIS MATA DALAM PEREDARAN SABU, POLRES KETAPANG TEGASKAN TIDAK AKAN LINDUNGI ANGGOTA BERBUAT SALAH
PERJALANAN PULANG BERAKHIR TRAGIS: SEORANG KEPALA KELUARGA MENINGGAL DUNIA AKIBAT KECELAKAAN TUNGGAL, DIDUGA KARENA MENGHINDARI LUBANG JALAN DI PANARAGAN JAYA
Patroli KRYD dan Operasi Kejahatan Jalanan Digelar, Kapolsek Cikarang Pusat Pastikan Situasi Aman Kondusif
KOKOHNYA PERSATUAN: TNI, POLRI, DAN MASYARAKAT DESA PASIRANJAYA SELALU KOMPAK DALAM SETIAP LANGKAH
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:36 WIB

LAPORAN PENGELOLA DANA SWADAYA PERBAIKAN JALAN: TERKUMPUL RP 64 JUTA LEBIH, TRANSPARAN DIPUBLIKASIKAN LEWAT GRUP WHATSAPP

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WIB

GELAR PERTEMUAN KEKELUARGAAN, KAPOLSEK DENTETELADAS AJAK MASYARAKAT SATU PADU BANGUN DAN JAGA WILAYAH: JALAN KITA, UNTUK KITA DAN GENERASI KITA

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:25 WIB

Tekan Kejahatan Jalanan, Polsek Denteteladas Gelar Operasi Pengamanan, Amankan Motor Tanpa Surat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:34 WIB

TRAGEDI BERDARAH DI KAWASAN WISATA BAKAUHENI: REMAJA ANGGOTA PSHT TEWAS DITUSUK TEMAN SENDIRI, BERAWAL DARI PERSOALAN SEPELE KARTU SELULER

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

WANITA ASAL MUARA ENIM DIAMANKAN POLISI, GELAPKAN UANG RP 60 JUTA DENGAN MODUS TAWARAN KERJA

Berita Terbaru