
Bekasi, Mediaintelijen.id – Jumat (27/3/2026) – Kondisi jalan di kawasan Pasar Baru, salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di Kota Bekasi, kini menuai sorotan besar dari warga sekitar dan seluruh pengguna jalan. Jalur yang seharusnya menjadi tulang punggung pergerakan barang dan orang serta berkontribusi pada kemajuan perekonomian lokal, justru kini berubah wajah menjadi area yang becek, licin, berlumut, sumpek, dan semrawut – kondisi yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, namun juga membahayakan keselamatan setiap orang yang melintas.
Dari hasil pantauan langsung di lokasi pada hari ini, kondisi jalan di beberapa titik strategis di kawasan Pasar Baru terlihat sangat tidak memuaskan. Genangan air yang mengendap tidak hanya memenuhi sebagian badan jalan, namun juga bercampur dengan berbagai jenis sampah hasil dari aktivitas pedagang dan masyarakat sekitar. Sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, hingga sampah anorganik seperti plastik dan kardus tampak mengambang atau mengendap di dasar genangan air, menciptakan kondisi yang tidak hanya tidak sedap dipandang, namun juga berpotensi menjadi sumber penyakit jika dibiarkan dalam waktu lama.
Kondisi buruk jalan ini diduga kuat disebabkan oleh sistem drainase yang sudah tidak berjalan dengan optimal. Menurut beberapa warga yang telah tinggal di sekitar kawasan selama bertahun-tahun, drainase di daerah tersebut jarang sekali mendapatkan perawatan dan pembersihan rutin. Akibatnya, saluran air sering tersumbat oleh sampah dan lumpur, sehingga air hujan maupun limbah dari pasar serta sekitarnya tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya menggenang di permukaan jalan. Selain masalah drainase yang menjadi faktor utama, kondisi jalan juga semakin diperparah oleh padatnya aktivitas pedagang yang seringkali menjajakan barang dagangannya di luar batas kios yang telah ditentukan. Beberapa pedagang bahkan menempatkan rak dan tenda di pinggir atau bahkan sebagian badan jalan, yang tidak hanya menyempitkan jalur lalu lintas namun juga menjadi sumber sampah tambahan.
Tak hanya itu, maraknya perilaku parkir liar di badan jalan juga turut menjadi penyebab kemacetan dan kondisi jalan yang semakin memburuk. Banyak pengendara kendaraan roda empat maupun roda dua yang sembarangan memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan, tanpa mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya. Hal ini membuat jalur lalu lintas yang sudah sempit menjadi semakin sesak, sehingga pergerakan kendaraan menjadi lambat dan seringkali menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Para pengguna jalan yang melintas melalui kawasan Pasar Baru mengaku merasakan kerugian yang cukup besar akibat kondisi jalan yang tidak tertata dengan baik. Pengendara roda dua khususnya menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak buruk dari kondisi jalan tersebut. “Kita harus ekstra hati-hati setiap kali lewat sini, apalagi kalau lagi hujan atau setelah hujan. Permukaan jalan yang licin dan berlumut sangat mudah membuat kita tergelincir,” ujar Siti Aminah (38), seorang ibu rumah tangga yang sering melintas ke pasar untuk berbelanja. Selain itu, banyak juga yang mengaku waktu tempuh mereka menjadi lebih lama dibandingkan biasanya. “Kalau biasanya hanya butuh 10 menit untuk sampai ke tujuan, sekarang bisa sampai 30 menit karena macet dan harus berhati-hati menghindari genangan dan rintangan lainnya,” tambah Budi Santoso (45), seorang pengusaha kecil yang beroperasi di sekitar kawasan Pasar Baru.
Warga dan pengguna jalan mengungkapkan harapan yang besar akan adanya langkah cepat dan tegas dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan yang sudah berlangsung cukup lama ini. Mereka menginginkan pembenahan sistem drainase sebagai langkah utama yang harus segera dilakukan, karena masalah genangan air yang menjadi akar dari berbagai permasalahan lainnya akan dapat teratasi jika drainase berfungsi dengan baik. Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya program pembersihan rutin sampah di kawasan Pasar Baru, baik dari pihak pemerintah maupun melalui kerja sama dengan masyarakat dan pengusaha di sekitar lokasi.
Tidak hanya itu, warga juga menginginkan penertiban yang tegas terhadap pedagang yang berjualan liar dan pengguna jalan yang melakukan parkir sembarangan. “Kita mengerti kalau pedagang perlu mencari nafkah, tapi harus ada batasan dan aturan yang jelas. Demikian juga dengan parkir, tidak boleh sembarangan karena bisa mengganggu orang lain,” ujar salah satu tokoh masyarakat lokal. Mereka berharap dengan langkah-langkah tersebut, kawasan Pasar Baru dapat kembali menjadi tempat yang tertib, aman, dan nyaman untuk dilalui serta beraktivitas, sehingga dapat kembali berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi yang produktif bagi Kota Bekasi.
Dalam keluhan yang disampaikan melalui salah satu akun media sosial lokal, seorang warga menuliskan, “Mohon ditindak lanjuti pak wali Tri Adhiantoy Satpol PP Kota Bekasi, pak Gubernur Dedi Mulyadi. Kondisi jalan Pasar Baru sudah sangat tidak layak dan membahayakan. Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan agar masalah ini tidak semakin parah.”
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Kota Bekasi maupun Provinsi Jawa Barat terkait upaya penanganan kondisi jalan di kawasan Pasar Baru. Namun, beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak terkait telah menyadari masalah ini dan sedang menyusun rencana tindakan untuk mengatasinya, meskipun belum dapat dipastikan kapan langkah konkret akan dilakukan.
(Prabu)








